MUBA — Sebuah insiden kecelakaan tunggal melibatkan armada pengangkut kayu milik PT WKS terjadi di jalan hauling MMJ, tepatnya di Desa Telang, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (20/12/2025). Kecelakaan ini berdampak fatal karena mengakibatkan tiang listrik utama roboh dan memutus aliran listrik ke sejumlah desa di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan beberapa desa di Kecamatan Bayung Lencir mengalami padam listrik total, yang mengganggu aktivitas dan perekonomian warga setempat.
Gagal Menanjak Akibat Overkapasitas
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan bermula saat truk pengangkut kayu milik PT WKS melintas di jalur tanjakan tebing yang cukup curam. Armada tersebut diduga membawa muatan kayu dengan kapasitas yang berlebihan (overload), sehingga mesin kendaraan tidak mampu menanjak.
Truk yang kehilangan tenaga tersebut kemudian bergerak mundur tak terkendali dari atas tebing dan menghantam keras salah satu tiang listrik di tepi jalan hingga roboh total.
Dampak Luas: Listrik Lumpuh Total
Robohnya tiang listrik tersebut mengakibatkan jaringan kabel terputus. Efek domino dari insiden ini dirasakan langsung oleh masyarakat di beberapa desa sekitar Kecamatan Bayung Lencir yang kini berada dalam kondisi gelap gulita.
“Kami sangat dirugikan dengan kejadian ini. Aktivitas rumah tangga dan usaha terhenti total karena listrik padam sejak insiden tersebut terjadi,” ungkap salah satu warga terdampak.
Desakan kepada Pihak PT WKS
Warga mendesak manajemen PT WKS untuk segera bertanggung jawab dan bertindak cepat menangani kerusakan infrastruktur tersebut. Ada dua poin utama yang ditekankan oleh masyarakat:
-
Perbaikan Cepat: Meminta pihak perusahaan berkoordinasi dengan PLN untuk segera memperbaiki tiang yang roboh agar aliran listrik kembali normal.
-
Evaluasi Armada: Menuntut pengawasan ketat terhadap tonase muatan truk agar kejadian serupa—yang membahayakan fasilitas publik—tidak terulang kembali.
Masyarakat berharap pihak perusahaan segera memberikan respons konkret agar kondisi di beberapa desa terdampak kembali kondusif dan aktivitas warga dapat berjalan normal seperti sedia kala.












