Tragedi Berdarah di Sentani, Ibu Tega Hajar Anak Kandung Pakai Balok Kayu hingga Tewas

JAYAPURA — Sebuah aksi penganiayaan berujung maut yang melibatkan ibu dan anak kandung menggegerkan warga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Seorang wanita berinisial EW tega menghabisi nyawa anaknya sendiri, Aurora, dengan menggunakan balok kayu pada Rabu (9/9/2026).

Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius Helan, mengungkapkan motif di balik peristiwa tragis tersebut dalam konferensi pers di Mapolres Jayapura, Kamis (10/9/2026). Ia menjelaskan bahwa insiden memilukan ini dipicu oleh luapan emosi sesaat tersangka lantaran permintaannya tidak dituruti oleh korban.

Dipicu Penolakan Membuat Susu Bayi

Peristiwa bermula saat tersangka dan korban tengah berada di rumah. Saat itu, adik korban yang baru berusia dua bulan terus-menerus menangis. Tersangka EW kemudian meminta tolong kepada Aurora untuk membuatkan susu formula agar sang bayi bisa tenang.

Namun, korban yang saat itu sedang berada di dalam kamar enggan menuruti perintah ibunya. Aurora justru meminta sang ibu untuk menenangkan sendiri bayinya tersebut.

“Jawaban tersebut membuat tersangka emosi. Tersangka langsung mengambil sebuah balok yang biasa digunakan untuk mengganjal pintu, kemudian memukul kepala korban sebanyak dua kali,” ujar AKBP Dionisius Helan kepada awak media.

Dihantam Tanpa Perlawanan

Saat menerima pukulan keras tersebut, Aurora dilaporkan hanya duduk pasrah dan tidak memberikan perlawanan sedikit pun. Kakak korban yang berada di lokasi dan menyaksikan aksi penganiayaan tersebut sempat memarahi tersangka maupun korban.

Usai dihantam balok kayu, Aurora yang kesakitan sambil memegang kepalanya berupaya keluar dari rumah. Ironisnya, tanpa rasa bersalah, tersangka EW justru mengabaikan kondisi anaknya dan tetap bersiap-siap berangkat bekerja.

Tewas Pendarahan di Kepala

Nahas, belum sempat tiba di tempat kerja, tersangka menerima panggilan telepon dari pihak keluarga. Ia mendapat kabar bahwa Aurora telah dilarikan ke RS Yowari, namun nyawanya sudah tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

“Hasil visum luar diketahui korban mengalami hantaman di bagian kepala sebelah kiri, tepatnya di belakang telinga. Kemudian keluar darah dari hidung dan telinga,” urai Dionisius.

Kini, tersangka EW telah ditahan dan diamankan oleh pihak kepolisian di Mapolres Jayapura. Ia harus menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatan kejamnya yang telah merenggut nyawa darah dagingnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *