TOLAK KEBIJAKAN MANAJEMEN PTPN IV PALM.CO UNTUK PTPN I, SPBUN ANCAM MOGOK KERJA

Foto: Ketua SPBUN PTPN I Syaiful Zahri, Sekretaris Rusli Achmad dan Bendahara Muslem.
Foto: Ketua SPBUN PTPN I Syaiful Zahri, Sekretaris Rusli Achmad dan Bendahara Muslem.

Kota Langsa – Mengenang sejarah PTPN 1 yang merupakan Perusahaan Plat Merah BUMN peninggalan kolonial Belanda di Aceh berkembang dengan dinamika pasang surut bisnis perkebunan yang merupakan perusahaan perkebunan BUMN untuk mempersatukan bangsa khususnya di Aceh yang dipertahankan oleh Gubernur Aceh dan tokoh-tokoh Aceh yang tahun 80an era Presiden Soeharto sempat mau disatukan dengan BUMN Perkebunan di Medan alasan luas tidak mencukupi akhir perjuangan Dirut PTPN 1 alm. Budioyono bersama Alm.Prof. Syamsuddin Mahmud (Gubernur Aceh saat itu) dengan menambah lahan di Aceh Selatan dan Barat akhirnya PTPN 1 tetap utuh di Aceh karena PTPN 1 merupakan lahan tenaga kerja orang-orang di Aceh dan tempat berkarier pekerja internal.

PTPN 1 sendiri yang tahun 2015 berubah menjadi induk holding dan tahun 2023 berubah lagi menjadi supirpindomdan palemco masuk di dalam ex PTPN 1 berkedudukan di Jakarta, maka banyak kebijakan di atur di Jakarta, dan itu membuat pengurus SPBUN berang seperti dikatakan Syaiful Zahri (Ketua Umum SPBUN PTPN 1 Regional 6) bersama seluruh Pengurus Serikat Pekerja Perkebunan Regional 6 KSO eks PTPN I menyatakan sikap menolak kebijakan terhadap pengisian kekosongan jabatan di Kantor PTPN IV Regional 6 KSO yang berkedudukan di Kota Langsa Aceh.

Ketua Umum SPBUN Saiful Zuhri, dan Sekretaris umum Rusli Ahmad, melalui pressrelease ke media Salam Olahraga menyampaikan bahwa pengurus SPBUN beserta seluruh karyawan menolak kebijakan manajemen PTPN 4 yang mengisi kekosongan jabatan oleh karyawan di luar kader dari eks PTPN I yang ada di Aceh.

“Kami beritahukan bahwa karyawan yang selama ini bekerja di Regional 6 KSO perlu juga mengembangkan karir untuk menuju ke tingkat yang lebih baik dimana selama ini para karyawan telah berjuang dengan serba kekurangan sejak dari masa konflik Aceh tetap bersatu untuk memajukan perusahaan dan tegaknya PTPN 1 di Aceh milik BUMN. Sangat disayangkan kebijakan yang keliru dikeluarkan pihak manajemen di saat daerah Aceh sudah aman, perusahaan juga semakin membaik, produksi menunggak serta laba diperoleh atas kerja keras semua karyawan, seenaknya mereka mengirim tenaga dari luar eks PTPN I untuk mengisi jabatan-jabatan yang selama ini dibiarkan kosong seperti mencari kesempatan untuk mengisi jabatan tertentu oleh karyawan PTPN yang diluar Aceh,” tegas Saiful.

“Pengurus SPBUN bersama karyawan PTPN IV Regional 6 KSO secara tegas menolak karyawan dari PTPN lain untuk mengisi jabatan yang selama ini kosong karena pensiun maupun beralih tugas, dan kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi bahkan pengurus SPBUN bersama anggota akan mengusir pejabat maupun pekerja dari luar PTPN 1 regional 6 dan KSO Aceh,” tambahnya.

Ketua SPBUN menambahkan, “Apabila dipaksakan juga oleh manajemen PTPN IV PalmCo melakukan pengiriman tenaga kerja dan pejabat untuk mengisi kekosongan jabatan di kantor maupun kebun regional 6 KSO Aceh maka kami pengurus SPBUN regional 6 KSO akan mengerahkan karyawan untuk melakukan aksi mogok kerja di seluruh unit usaha serta melakukan demo untuk menduduki kantor regional 6 KSO, serta mengunci dan menyegel pintu gerbang kantor pusat,” ujarnya.

“Tuntutan kami berdayakanlah karyawan eks PTPN I untuk berkarya di daerahnya sendiri, yang sudah paham dan mengerti, kami haramkan orang lain dari luar karyawan regional 6 untuk berkarir di rumah kami,” jelasnya.

Ketua SPBUN Saiful Zuhri, didampingi oleh Sekum Rusli Ahmad, beserta segenap pengurus dan karyawan menyatakan tiga poin penolakan ini didasari oleh beberapa alasan-alasan, antara lain:
1.Loyalitas dan Pengorbanan:
Para pengurus dan anggota SPBUN yang telah berjuang mati-matian untuk eks PTPN I Aceh selama masa konflik di Aceh. Pengorbanan dan loyalitas patut dihargai dengan memberikan kesempatan untuk menduduki posisi jabatan kepemimpinan di perusahaan.
2. Kemampuan dan Pengalaman:
SPBUN yakin bahwa para anggotanya memiliki kemampuan dan pengalaman yang mumpuni dan mampu untuk memimpin PTPN IV Regional 6 KSO. Pengalaman mereka di eks PTPN I Aceh selama masa konflik telah membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.
3. Keadilan dan Kesetaraan:
SPBUN PTPN 6 regional 6 KSO melihat pengisian jabatan kepala bagian dari luar eks PTPN I Aceh sebagai tindakan yang tidak adil sehingga dapat merusak moral dan semangat karyawan/pekerja eks PTPN I Aceh.

SPBUN menegaskan akan terus menolak pengisian jabatan kepala bagian dari luar eks PTPN I Aceh. Mereka juga berencana untuk melakukan demonstrasi menyampaikan aspirasi kepada manajemen.

Seluruh Karyawan berharap pada tiga poin penting yang dipenuhi dalam pernyataan SPBUN:
1.SPBUN memprioritaskan loyalitas, pengorbanan, kemampuan, dan pengalaman para anggotanya dalam pengisian jabatan kepemimpinan.
2. SPBUN menuntut keadilan dan kesetaraan dalam kesempatan kerja di PTPN IV Regional 6 KSO.
3. SPBUN tidak segan untuk melakukan aksi demonstrasi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Penting untuk dicatat bahwa:
Pernyataan ini mewakili pemikiran SPBUN, dan belum tentu mencerminkan pendapat seluruh pekerja eks PTPN I Aceh.

“Pihak manajemen PTPN IV Regional 6 KSO belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan SPBUN dimana situasi ini masih berkembang dan belum diketahui bagaimana penyelesaiannya,” ungkap Ketua SPBUN.

Penulis: SAMSUL BAHRI, SE.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *