KONAWE SELATAN – Selama puluhan tahun, masyarakat Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, masih menghadapi keterbatasan akses listrik. Untuk memenuhi kebutuhan penerangan di dalam maupun luar rumah, warga selama ini mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sebagian menggunakan mesin genset.
Heriyanti (40), salah seorang warga Laonti, mengungkapkan bahwa masyarakat yang memiliki mesin genset biasanya hanya bisa menggunakannya hingga pukul 22.00 WITA. Setelah itu, penerangan dilanjutkan menggunakan lampu PLTS.
Namun, ketika memasuki musim hujan, kondisi semakin sulit karena daya PLTS sering tidak mencukupi. Bahkan, sebagian warga masih harus menggunakan lampu pelita atau lampu kaleng. Heriyanti mengaku dirinya juga masih menggunakan lampu pelita ketika daya PLTS sudah habis.
Menurutnya, sebelum jaringan listrik PLN masuk, mayoritas masyarakat hanya mengandalkan PLTS dan lampu pelita sebagai sumber penerangan.
Anak Sulit Belajar hingga Azan Terganggu
Ia menjelaskan, ketiadaan listrik telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Anak-anak kesulitan belajar dengan fokus karena penerangan yang redup. Aktivitas masjid juga terganggu ketika aki kehabisan daya sehingga pengeras suara tidak dapat digunakan untuk mengumandangkan azan.
Bahkan, untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan pada malam hari maupun ketika menggelar acara hajatan, warga harus mencari dan meminjam mesin diesel milik masyarakat lainnya.
“Kesulitan terbesar kami sebagai masyarakat Laonti adalah tidak adanya listrik. Padahal, listrik merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan. Anak-anak mau belajar tidak bisa fokus karena gelap dan lampunya redup. Mau makan juga gelap, bahkan kalau ada acara hajatan kami harus mencari dan meminjam mesin diesel kepada orang lain,” ungkap Heriyanti.
Tangis Warga Pecah Saat Tiang Listrik Tiba
Meski selama ini hidup dalam keterbatasan, harapan masyarakat mulai tumbuh ketika tiang-tiang listrik akhirnya berdatangan dan terpasang di wilayah mereka. Heriyanti mengaku suasana haru menyelimuti masyarakat saat melihat pembangunan jaringan listrik mulai terwujud.
Setelah puluhan tahun menantikan kehadiran listrik, warga merasa perjuangan dan doa mereka akhirnya mendapatkan jawaban.
“Pokoknya tangisan warga pecah. Setelah puluhan tahun kami sebagai masyarakat tidak pernah tersentuh listrik, kini doa-doa kami dikabulkan,” tuturnya.
Ia berharap ketika listrik benar-benar menyala, masyarakat hanya bisa menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena doa mereka selama ini akhirnya didengar.
Harapan Baru bagi Laonti
Heriyanti juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan serta seluruh pihak yang telah membantu proses masuknya jaringan listrik di Kecamatan Laonti.
“Harapan kami, ketika lampu listrik sudah menyala, hanya rasa syukur kepada Allah SWT karena telah mendengarkan doa kami. Terima kasih banyak kepada Pemerintah Konawe Selatan yang sudah membantu proses masuknya listrik di Kecamatan Laonti. Terima kasih juga kepada Prabowo dan Dinas Listrik Masuk Desa,” tutupnya.












