BOGOR — Di tengah hiruk-pikuk berita negatif yang sering berseliweran, sebuah kisah menyentuh hati datang dari Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Aditya Adandi Nasution, seorang pengemudi taksi Bluebird, menunjukkan integritas luar biasa dengan mengembalikan uang tunai senilai Rp180 juta milik penumpangnya yang tertinggal di dalam kabin.
Aksi jujur ini tidak hanya menyelamatkan operasional sebuah perusahaan, tetapi juga menjadi oase di tengah krisis kejujuran yang sering terjadi di ruang publik.
Kronologi: Uang Gaji Karyawan Tertinggal di Taksi
Kejadian bermula saat Martin ML Pasaribu, pemilik PT W di Parung Panjang, menggunakan jasa taksi Bluebird dengan nomor armada BDE 6142. Tanpa disadari, sebuah tas berisi uang tunai dalam jumlah besar tertinggal saat ia turun dari kendaraan.
Uang tersebut bukan milik pribadi semata, melainkan dana krusial yang sedianya akan digunakan untuk membayar upah para karyawan perusahaannya.
“Puji Tuhan, saya sudah sering naik taksi Bluebird, dan baru kali ini kejadian ketinggalan uang senilai Rp180 juta. Itu uang untuk gajian karyawan saya,” ungkap Martin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/2/2026).
Menolak Imbalan: “Sudah Menjadi Tanggung Jawab”
Rasa panik Martin seketika sirna saat Aditya Adandi Nasution datang kembali ke lokasi perusahaan untuk menyerahkan tas tersebut secara utuh. Namun, hal yang paling mengharukan terjadi saat Martin hendak memberikan uang tanda terima kasih sebagai apresiasi atas kejujurannya.
Secara mengejutkan, Aditya menolak imbalan tersebut dengan halus. Ia menegaskan bahwa mengembalikan barang milik penumpang adalah bagian dari standar profesionalisme dan tanggung jawab moralnya sebagai pengemudi.
“Beliau menolak dengan alasan bahwa ini sudah menjadi bentuk tanggung jawabnya untuk mengembalikan barang penumpang yang tertinggal,” tambah Martin dengan nada kagum.
Apresiasi Luas dari Masyarakat dan Manajemen
Melalui unggahan di media sosial yang kini viral, Martin secara khusus meminta manajemen Bluebird Group untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Aditya. Tindakan Aditya dinilai telah menyelamatkan nasib banyak keluarga karyawan yang bergantung pada gaji tersebut.
“Terima kasih Bluebird Group. Driver ini sangat amanah. Semoga ini bisa jadi contoh bagi kita semua,” tutup Martin.
Kisah Aditya Adandi Nasution ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap profesi dan kejujuran tetap menjadi nilai tertinggi yang melampaui materi. Aksi ini sekaligus memperkuat citra positif layanan transportasi publik yang amanah bagi masyarakat.












