KLATEN — Masa libur Lebaran 2026 menjadi momen krusial bagi industri pariwisata di Kabupaten Klaten. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten, sebanyak 342 ribu wisatawan tercatat mengunjungi berbagai destinasi unggulan di wilayah ini hingga Kamis (26/3/2026).
Kepala Disbudporapar Klaten, Purwanto, menyatakan bahwa pergerakan wisatawan didominasi oleh pengunjung dari luar daerah yang memadati wisata tirta (air) dan wisata budaya.
Candi Prambanan dan Wisata Air Jadi Primadona
Wisata budaya dan air masih menjadi magnet utama bagi para pelancong. Berikut adalah rincian jumlah kunjungan di beberapa titik favorit:
-
Candi Prambanan: 94.900 pengunjung (Destinasi terfavorit).
-
Rowo Jombor: 43.000 pengunjung.
-
Umbul Pelem: 26.000 pengunjung.
-
Umbul Kemanten: 23.000 pengunjung.
-
OMAC (Cokro): 19.000 pengunjung.
-
Umbul Brondong: 18.000 pengunjung.
“Andalan kita memang di wisata tirta seperti di wilayah Polanharjo, Tulung, dan Kebonarum, serta wisata budaya yaitu candi,” ujar Purwanto.
Analisis Penurunan 22 Persen: Durasi Libur Lebih Singkat
Meskipun angka kunjungan menembus ratusan ribu, Disbudporapar mencatat adanya penurunan sebesar 22 persen dibandingkan periode Lebaran 2025 yang mencapai 445 ribu orang. Purwanto menilai penurunan ini masih dalam batas wajar dan dipengaruhi oleh faktor teknis kalender.
“Tahun ini memang ada sedikit penurunan. Faktor utamanya diduga karena durasi waktu libur Lebaran tahun ini yang lebih singkat dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.
Dampak Positif Bagi UMKM dan Ekonomi Lokal
Kendati jumlah pengunjung secara total menurun, perputaran uang dari 342 ribu wisatawan tetap memberikan suntikan energi bagi ekonomi lokal. Sektor perdagangan dan UMKM di sekitar objek wisata merasakan dampak langsung dari peningkatan pendapatan selama masa libur.
Kabar baiknya, seluruh rangkaian kegiatan wisata Lebaran di Klaten tahun ini dilaporkan berjalan lancar. Tidak ada insiden signifikan yang mengganggu kenyamanan pengunjung, sehingga citra Klaten sebagai destinasi wisata yang aman tetap terjaga.
Pemerintah Kabupaten Klaten optimis bahwa dengan evaluasi dan peningkatan fasilitas, angka kunjungan wisatawan akan kembali melonjak pada masa liburan mendatang guna terus menggerakkan roda perekonomian rakyat.












