SUKA MAKMUE — Gelombang unjuk rasa menyelimuti Gedung DPRK Nagan Raya, Senin (9/2/2026). Ratusan penambang emas rakyat yang didominasi pemuda, tokoh masyarakat, hingga kaum hawa mendatangi kantor wakil rakyat untuk memprotes penutupan aktivitas penambangan emas tak berizin di wilayah tersebut.
Aksi yang sempat diwarnai negosiasi alot dengan pihak keamanan ini akhirnya mencair setelah Ketua Komisi 2 DPRK Nagan Raya, Zulkarnain, S.H. atau yang akrab disapa Bang Nen, turun langsung menemui massa di halaman utama gedung.
Respons Cepat Bang Nen di Tengah Desakan Massa
Didampingi Wakil Ketua Komisi IV, Said Isa Quraisy, S.Sos., dan Sekretaris Komisi I, Iradani, Bang Nen menunjukkan kapasitasnya sebagai mantan aktivis dengan menghadapi para pendemo secara persuasif. Saat massa mendesak kehadiran Bupati, Bang Nen memberikan penjelasan secara transparan.
“Secara kapasitas, Dewan tidak memiliki wewenang menghadirkan Bupati secara instan, namun hal itu merupakan ranah Forkopimda, dalam hal ini Bapak Kapolres. Meski demikian, kami akan berupaya melakukan lobi agar pihak eksekutif hadir di sini untuk memberikan solusi nyata,” tegas Zulkarnain, S.H.
Kesepakatan Bersama: Ruang Legalitas bagi Penambang Pribumi
Langkah taktis segera diambil melalui rapat koordinasi di aula DPRK yang melibatkan perwakilan pendemo, unsur TNI-Polri, serta Plt. Sekda Nagan Raya, Zulkifli, S.Pd. Pertemuan intensif tersebut membuahkan hasil signifikan bagi para penambang rakyat.
Seluruh pihak yang hadir sepakat untuk memfasilitasi dan memberi ruang bagi penambang pribumi Nagan Raya agar dapat kembali beraktivitas di daerah sendiri, tentunya dengan tetap mengacu pada koridor aturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Apresiasi Massa dan Pembubaran Tertib
Keputusan tersebut disambut sorak sorai dan tepuk tangan bahagia dari para pengunjuk rasa. Mereka menilai kehadiran Bang Nen sebagai representasi rakyat memberikan harapan baru di tengah buntu-nya mata pencaharian mereka.
“Terima kasih kepada Bapak Zulkarnain yang telah bersedia hadir di tengah-tengah kami dan membantu memberikan solusi bagi penambang rakyat. Terima kasih juga kepada pihak TNI-Polri yang telah mengawal aksi ini dengan sangat humanis,” teriak orator dari atas truk pengeras suara.
Setelah menerima surat pernyataan resmi terkait “pembinaan rakyat penambang pribumi Nagan Raya”, massa yang semula tegang akhirnya membubarkan diri dengan tertib pada sore hari.












