JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Mahkamah Agung Republik Indonesia yang jatuh pada Rabu (19/8/2026), Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung (FORSIMEMA) memberikan apresiasi sekaligus pandangan kritis-konstruktif. Perhatian utama tertuju pada tema peringatan tahun ini, yakni “Peradilan Luhur, Indonesia Makmur”.
FORSIMEMA menilai tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial tahunan, melainkan komitmen moral dan reorientasi filosofis yang mendalam bagi seluruh jajaran badan peradilan di Indonesia.
Empat Catatan Sikap FORSIMEMA
Ditinjau dari perspektif media dan pengawasan publik, FORSIMEMA menyampaikan empat poin catatan strategis terkait makna tema HUT ke-81 MA:
-
Korelasi Peradilan Luhur dan Kemakmuran: Keluhuran peradilan ditandai oleh integritas hakim, kemandirian lembaga, serta keadilan substantif. Kepastian hukum yang lahir dari peradilan bersih merupakan fondasi utama iklim investasi dan perlindungan hak-hak sipil warga.
-
Penguatan Transparansi dan Digitalisasi (Smart Court): Mahkamah Agung dituntut terus mengakselerasi modernisasi peradilan berbasis teknologi (e-Court dan pemanfaatan AI terukur) guna menjamin kemudahan access to justice serta keterbukaan informasi perkara secara real-time.
-
Pengawasan Internal dan Budaya Anti-Korupsi: Istilah ‘Luhur’ menuntut ketiadaan toleransi (zero tolerance) terhadap praktik pungli, suap, maupun intervensi peradilan. Pembenahan pengawasan internal dan penguatan sinergi bersama Komisi Yudisial (KY) menjadi hal krusial.
-
Peran Media Sebagai Pengawas Eksternal: FORSIMEMA berkomitmen menjadi jembatan informasi objektif antara Mahkamah Agung dan publik melalui edukasi hukum yang independen dan konstruktif.
Jaga Martabat Demi Keadilan
FORSIMEMA mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Mahkamah Agung Republik Indonesia. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat tekad seluruh insan peradilan dalam menjaga keluhuran budi dan martabat hukum demi terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur.












