JANUR Dorong Ulama Perempuan Masuk Anggota AHWA di Muktamar ke-35 NU

JOMBANG — Jaringan NU Kultural (JANUR) mendorong agar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, memberikan ruang bagi ulama perempuan dalam forum Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA).

Forum sembilan ulama senior tersebut memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kepemimpinan tertinggi organisasi, khususnya menetapkan Rais Aam PBNU.

Buka Peluang Kesetaraan Keilmuan

Penggerak JANUR Jombang, Aan Anshori, menyoroti bahwa sejak mekanisme AHWA diterapkan pada Muktamar ke-33 NU, seluruh anggota yang terpilih didominasi laki-laki. Padahal, tidak ada aturan eksplisit yang membatasi syarat keanggotaan berdasarkan jenis kelamin.

“AHWA semestinya diisi berdasarkan kapasitas keilmuan, integritas, keteladanan, pengabdian, serta kemampuan menjaga kemaslahatan jam’iyah. Jika ukuran itu yang dipakai, kesempatan bagi ulama perempuan menjadi bagian dari sembilan anggota AHWA seharusnya terbuka lebar,” ujar Aan dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Usulkan Dua Sosok Ulama Senior

JANUR menilai NU memiliki tradisi panjang melahirkan ulama perempuan yang berkontribusi pada pengembangan pemikiran keislaman dan kebangsaan. JANUR mengusulkan dua sosok ulama perempuan yang dinilai memenuhi kualifikasi tersebut:

  • Nyai Dr. (H.C.) Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid: Konsisten menyuarakan hak asasi manusia, kesetaraan, dan inklusivitas beragama, serta berpengalaman sebagai Mustasyar PBNU.

  • Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid: Ulama perempuan senior sekaligus putri pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah, yang memiliki rekam jejak panjang dalam pendidikan pesantren dan khidmah organisasi sebagai Mustasyar PBNU.

Perkaya Perspektif Keputusan Organisasi

Aan menegaskan bahwa dorongan ini bukan sekadar keterwakilan gender, melainkan langkah nyata memperluas perspektif keagamaan, keluarga, dan sosial dalam pengambilan keputusan tertinggi NU.

“Sudah waktunya NU tidak hanya berbicara tentang pentingnya peran ulama perempuan, tetapi juga memberikan ruang nyata kepada mereka dalam forum strategis pengambilan keputusan organisasi,” pungkas alumni Pesantren Tambakberas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *