KEDIRI – Bulan Agustus, yang identik dengan kemerdekaan, seharusnya menjadi momen suka cita bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, menurut tulisan Abraham Kristianto, S.T., M.H., kegembiraan tersebut saat ini terasa terganggu oleh situasi yang tidak kondusif di beberapa kota.
Ia berpendapat bahwa para pemangku kebijakan sering kali membuat keputusan tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat, sehingga memicu kegaduhan yang berujung pada demonstrasi. Dalam beberapa kasus, demonstrasi tersebut bahkan berujung pada bentrokan antara massa dan aparat.
Kristianto menyoroti bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya bagi para pembuat kebijakan untuk menciptakan keputusan yang bisa diterima oleh mayoritas rakyat, bukan malah menimbulkan perpecahan.
Dalam tulisannya, ia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa bentrokan antarpihak bisa saja terjadi jika ketidakbecusan para pemangku kebijakan terus berlanjut. Rakyat yang menghadapi berbagai kesulitan ekonomi dan sosial memiliki batas kesabaran.
Di akhir tulisannya, Kristianto mengajak semua pihak untuk merenung dan berharap bulan Agustus ini dapat menjadi titik balik. Ia mempertanyakan apakah kemerdekaan yang telah diperjuangkan ini benar-benar membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat.












