MADIUN — Suasana Jalan Basuki Rahmat, Kota Madiun, tampak berbeda dari biasanya pada petang ini. Ratusan perempuan muda tampak memadati pinggir jalan, bukan untuk bekerja di tempat hiburan, melainkan untuk turun langsung membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Aksi simpatik ini diinisiasi oleh para pemandu lagu (PL) yang bernaung di bawah Radefa Karaoke dari tiga wilayah, yakni Madiun, Ngawi, dan Caruban.
Murni Hasil Iuran Pekerja
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 1.500 paket takjil ludes dibagikan kepada masyarakat dalam waktu singkat. Menariknya, seluruh paket tersebut merupakan hasil iuran sukarela dari para pemandu lagu yang masih aktif bekerja. Hal ini menunjukkan solidaritas dan kepedulian sosial yang tinggi dari para pekerja sektor hiburan tersebut.
Koordinator kegiatan, Yenti Nurul Kholifah, menjelaskan bahwa aksi ini dilakukan bertepatan dengan waktu libur bekerja mereka. Dibandingkan hanya berdiam diri, mereka sepakat untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain di bulan suci Ramadan.
“Kami ingin mengisi waktu libur dengan kegiatan positif. Ini murni inisiatif dari teman-teman untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, sekaligus menunjukkan sisi lain dari profesi kami,” ujar Yenti di sela-sela pembagian takjil.
Respons Positif dari Masyarakat
Gerakan ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar dan para pengguna jalan. Banyak pengendara yang mengapresiasi keberanian dan ketulusan para perempuan muda ini dalam membantu sesama tanpa memandang latar belakang profesi.
Aksi bagi-bagi takjil di pusat Kota Madiun ini berjalan tertib dan lancar. Kehadiran para pekerja seni hiburan di ruang publik ini diharapkan dapat memberikan pesan bahwa bulan Ramadan adalah momen bagi siapa saja untuk menebar kebaikan dan mempererat tali persaudaraan.












