Suasana berbeda terasa di Puskesmas Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, usai perayaan Idulfitri 1446 H. Aula puskesmas yang biasanya digunakan untuk pelayanan medis, pada Sabtu pagi (12/4), dipenuhi oleh kehangatan emosional dalam rangkaian acara halal bihalal bertema “Forgiveness Therapy: Memaafkan dengan Hati, Berbenah Diri, dan Kembali Harmoni.”
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh staf dan jajaran manajemen puskesmas sebagai bentuk refleksi dan pembenahan diri, sekaligus memperkuat ikatan antarkaryawan untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih optimal.
Kepala Puskesmas Sooko, drg. Cahyarti Sumirat, dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya menjaga kebersihan hati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa lelah dalam bekerja sering kali tidak hanya berasal dari sistem kerja, tetapi dari beban emosi yang belum terselesaikan.
“Pelayanan yang baik dimulai dari hati yang bersih. Jika masih menyimpan prasangka, dendam, atau rasa iri, maka sulit untuk membangun kerja tim yang solid,” ujarnya.
Dalam sesi inti, Puskesmas Sooko menghadirkan Ali Maghfuri, praktisi kesehatan dan motivator nasional. Ia membawakan materi “ESQ: Kerja Berkah, Hidup Bahagia,” yang mengajak peserta untuk merenungi kembali pentingnya memaafkan dalam kehidupan pribadi dan profesional.
“Memaafkan bukan hanya perintah agama, tetapi juga menyehatkan. Ia menurunkan tekanan darah, menyeimbangkan hormon, dan menjauhkan kita dari stres kronis,” tutur Ali sambil mengutip ayat Al-Qur’an, “Allah mencintai orang-orang yang menahan amarah dan memberi maaf” (QS. Ali Imran).
Salah satu sesi paling mengharukan adalah muhasabah dan hypnotherapy yang dipandu langsung oleh Ali Maghfuri. Dalam suasana yang hening dan khidmat, peserta diminta merenungi kesalahan yang mungkin pernah dilakukan, baik disengaja maupun tidak.
Tangis haru pecah dari banyak peserta. Ada yang menunduk sambil menyeka air mata, ada pula yang saling merangkul sembari meminta maaf. Tidak tampak lagi batas antara atasan dan bawahan; semuanya menjadi satu dalam ruang penuh keikhlasan dan empati.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan Puskesmas Sooko tidak hanya sebagai tempat pelayanan medis, tetapi juga sebagai tempat yang ramah, hangat, dan manusiawi—baik bagi pasien maupun bagi para tenaga kesehatan itu sendiri.
“Karena pelayanan sejati bukan hanya soal keahlian medis, tapi juga tentang cinta, empati, dan niat tulus untuk mengabdi,” pungkas drg. Cahyarti.
Dengan hati yang lebih ringan dan semangat baru, keluarga besar Puskesmas Sooko siap melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, menjadikan momen halal bihalal ini sebagai titik balik dalam membangun harmonisasi dan profesionalisme di tempat kerja.













