KLATEN – DPD Partai Golkar Kabupaten Klaten menggelar Pendidikan Politik dan Diklat Kaderisasi Tingkat Desa se-Kabupaten Klaten dengan tema “Membangun Ekosistem dari Desa dengan Pertanian” pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Kegiatan yang digelar di Kantor DPD Golkar Klaten ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD Golkar Klaten Basuki Effendi dan Sekretaris DPD Pandu Sujadmoko yang juga menjadi pemateri utama.
Basuki Effendi: Serbu Desa untuk 10 Kursi
Ketua DPD Partai Golkar Klaten, Basuki Effendi, menegaskan diklat kader tingkat desa ini adalah lanjutan resmi setelah konsolidasi tingkat kecamatan selesai.
“Hari ini Partai Golkar secara resmi melaksanakan diklat kaderisasi tingkat desa. Ini setelah kemarin konsolidasi tingkat kecamatan sudah selesai, dilanjutkan tingkat desa,” ujar Basuki.
Basuki menyebut program utama Golkar Klaten saat ini adalah Serbu Desa untuk kesejahteraan masyarakat. Ia mematok target ambisius pada pemilu mendatang.
“Target yang diharapkan peningkatan suara. Minimal jadi 10 kursi. Dan dari total kader ada 30 persen kuota perempuan,” tegas Basuki Effendi.
Terkait tema pertanian, Basuki menegaskan Golkar Klaten sangat mengapresiasi sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Klaten.
“Pertanian itu masih terbukti dan maksimal kita harapkan bisa meningkatkan nilai tambah ekonomi, bisa untuk kehidupan,” katanya.
Pandu Sujadmoko: Diklat untuk Cetak Kader Berkualitas
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Klaten, Pandu Sujadmoko, yang memberikan materi pendidikan politik menjelaskan, diklat ini adalah bagian dari percepatan konsolidasi partai.
“Percepatan konsolidasi partai melalui diklat partai ini adalah salah satu kegiatan yang disampaikan oleh DPD. Konsolidasi yang pertama adalah diklat kader,” jelas Pandu.
Menurut Pandu, ada dua tujuan utama dalam diklat ini. Pertama, pendidikan politik, agar kader paham tugas dan fungsi sebagai kader partai di masyarakat. Kedua, ke-Golkar-an, agar kader memahami ideologi dan platform Partai Golkar secara utuh.
“Harapan diklat kader, kader itu tahu tentang pendidikan politik dan tahu tentang ke-Golkar-an. Dengan harapan mencetak kader yang berkualitas sehingga masyarakat percaya dan besok akan memilih Partai Golkar,” ujar Pandu Sujadmoko.
Pandu menambahkan, tema membangun ekosistem dari desa dengan pertanian sangat relevan dengan program pemerintah pusat dan kondisi Klaten sebagai daerah agraris. Ia berharap isu harga gabah yang menguntungkan petani terus diperjuangkan di tingkat Pansus DPRD.
“Artinya kita mendukung kebijakan bahwa Partai Golkar mengapresiasi kegiatan-kegiatan pertanian. Harapannya bisa meningkatkan nilai tambah ekonomi, itulah yang menjadi aspirasi masyarakat melalui pertanian,” pungkasnya.
Diklat kaderisasi ini akan digelar bertahap di seluruh kecamatan se-Kabupaten Klaten.












