LANGSA – Forum Komunikasi Peureulak 70 (FKP-70) menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Convention Tirta Virta, Jalan TM Bahrum, Kota Langsa, Minggu (4/10/2026). Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan undangan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh pemerintahan, akademisi, dan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Umum FKP-70 H. Agus Salim, S.H., M.H.; Sekjen FKP-70 H. Hasan Basri, S.H., M.H., CPM, CPArb; Ketua I FKP-70 H. Sopyan Pakeh; Ketua II FKP-70 Drs. Zahri, M.AP.; Ustaz Dr. Saifuddin AW, S.H., S.E., M.H., M.A. dari Medan; Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky beserta istri; Ir. Said Mahdum beserta istri (Komisaris PT CMMN); H. Mursil (Mantan Bupati Aceh Tamiang); Kajari Langsa dan Wakil Kapolres Langsa; puluhan anak yatim; serta jajaran pengurus FKP-70 dan ratusan undangan.
Tausyiah Refleksi Keteladanan Nabi
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat Rasulullah, dilanjutkan laporan Ketua Panitia Ramli, S.H., M.H. Ia menyampaikan bahwa kenduri Maulid ini bertujuan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani perjuangan beliau. Sebanyak 400 undangan dan 50 anak yatim hadir, dengan seluruh biaya berasal dari donasi, pengurus, dan anggota.
Tausyiah disampaikan oleh Dr. Saifuddin AW dengan tema “Maulid Nabi Muhammad SAW: Refleksi Keteladanan, Penguatan Akhlak, dan Solidaritas Sosial”. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah.
“Keteladanan beliau harus menjadi dasar penguatan moral umat dan solidaritas sosial di tengah tantangan zaman,” ujarnya.
Santunan untuk 50 Anak Yatim
Sebagai wujud kepedulian sosial, FKP-70 memberikan santunan kepada 50 anak yatim. Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, yang hadir bersama istri, dalam sambutannya mengatakan FKP-70 setiap tahun memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia menekankan pentingnya memperkuat peran komunitas Peureulak di Langsa dan menyarankan untuk mendata kembali semua orang Peureulak yang ada di Langsa, termasuk anak mudanya, agar tetap kompak memperkuat organisasi.
Ia mengajak generasi muda untuk aktif berkontribusi dalam bidang sosial maupun politik.
“Masyarakat Peureulak jangan cuma jadi penonton di Kota Langsa, tapi harus jadi pemain dalam segala hal yang positif,” tegasnya.
Rencana Asrama Mahasiswa dan Rumah Singgah
Bupati Alfarlaky juga menyampaikan rencana pembangunan asrama mahasiswa asal Peureulak di Langsa dan rumah singgah bagi masyarakat Aceh Timur di Banda Aceh. Selain itu, Asrama Ikapa di Banda Aceh sudah direnovasi untuk lebih baik. Ia meminta dukungan dari pengurus dan anggota FKP-70 agar dapat melaksanakan tugas sampai finis masa jabatan sehingga menyelesaikan semua pembangunan untuk kepentingan masyarakat Aceh Timur.
Ketua Umum FKP-70, H. Agus Salim, S.H., M.H., didampingi Sekjen H. Hasan Basri, memberi apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bupati Aceh Timur yang juga keluarga besar FKP-70. Agus Salim menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi telah menjadi agenda tahunan organisasi.
“Melalui Maulid Nabi, kita diajak untuk memperkuat ukhuwah, meneguhkan akhlak, dan menumbuhkan semangat berbagi. Inilah nilai yang harus terus kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan kenduri makan bersama, sebuah tradisi yang menjadi simbol kebersamaan dan sarana mempererat silaturahmi antaranggota serta masyarakat.














