KARAWANG — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Jami Miftahul Falah, Dusun Krajan Timur, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Sabtu malam (31/1/2026). Ratusan warga berkumpul untuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H sebagai momentum mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas ibadah.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Amansari H. Napi, jajaran BPD, tokoh agama, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat setempat.
Jadikan Isra Mi’raj sebagai Pedoman Hidup
Dalam sambutannya, Kades Amansari, H. Napi, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh panitia dan pengurus DKM atas terselenggaranya acara ini dengan baik. Ia menekankan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana untuk thola’bul ilmi (menuntut ilmu).
“Peringatan Isra Mi’raj ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Kita harus mengambil hikmah dari perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dan menjadikannya pedoman nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar H. Napi.
Ia juga berharap melalui kegiatan ini, seluruh warga Desa Amansari senantiasa mendapatkan cucuran rahmat dan rida dari Allah Subhanahu Wata’ala.
Ustadz Abdul Qohar Bedah Makna Bulan Rajab
Puncak acara diisi dengan ceramah agama oleh Ustadz Abdul Qohar, S.Pd., M.A. Dengan tema khusus mengenai bulan Rajab, ia mengupas tuntas kemuliaan bulan tersebut serta pentingnya mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Senada dengan Kades, Ketua DKM Masjid Jami Miftahul Falah, Sukendi, mengapresiasi semangat para jemaah dan donatur. Kontribusi besar dari warga menjadi kunci suksesnya acara yang berlangsung dengan penuh nuansa syahdu ini.
Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama dan lantunan shalawat yang bergema di seluruh area masjid, memperkuat rasa persaudaraan antarwarga Desa Amansari.












