Jombang – Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas SDM Pramuwisata Jawa Timur diselenggarakan selama 2 hari pada tanggal 29 – 30 Oktober 2024 berlokasi di aula Agrowisata Sumber Celeng Desa Bulurejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.
Acara ini diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur dan diikuti oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) binaan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang.
Pelatihan yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini menghadirkan 6 (lima) narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya. Diantaranya Dra. Rachmawati Peni Sutantri, MBA., M.Si (anggota DPRD Jawa Timur F-PDI Perjuangan Komisi B periode 2019-2024), Hariyanto, S.Sos, M.M (Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudparprov Jawa Timur), Sujai Asmed (DPD HPI Jawa Timur), Joni Cahyono (DPD HPI Jawa Timur), Ainu Rofiq, S.Ag (Ketua Pokdarwis Prabu Muda Desa Bulurejo) dan Ali Arifin, S.I.P (Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Jombang).
Pelatihan peningkatan kapasitas SDM pramuwisata ini mengambil tempat di Kawasan Wisata Religi Gus Dur (KWRG) dan Agrowisata Sumber Celeng sendiri untuk praktik lapangannya.
Dra. Rahmawati Peni Sutantri yang merupakan putri daerah dari Jombang yang dipercaya oleh UNESCO sebagai pemrakarsa jaringan radio lokal pada tahun 2002-2006 saat ini tetap aktif membersamai pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di wilayah Madiun, Nganjuk, Jombang dan Mojokerto meski sudah tidak menjabat sebagai anggota dewan.
Bu Peni (sebutan beliau) saat ini menjadi pembina bagi Pokmas Gajahmada yang berfokus pada kegiatan masyarakat di sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Menurut Jaka, salah satu peserta pelatihan yang berasal dari Desa Ngogri, pelatihan seperti ini sangat diperlukan untuk pemandu lokal di Kabupaten Jombang. Pasalnya, ia sebagai pengelola Museum Brantas (museum lokal desa) belum pernah menerima wawasan seperti ini sebelumnya.
“Jujur saya senang mengikuti pelatihan tentang kepemanduan ini. Saya sebagai warga Jombang yang juga aktif di desa untuk mengelola Museum Brantas merasa diberi kesempatan untuk tahu bagaimana cara memandu tamu yang benar,” pungkas Jaka.













