Pelajar Selamat, Polisi Gugur! Tangis Pecah Saat Briptu Risyhant Tutupoho Dilepas ke Peristirahatan Terakhir

MALUKU TENGGARA – Suasana haru menyelimuti keluarga besar Polres Tual saat menggelar upacara pelepasan jenazah almarhum Briptu Risyhant Putra P. Tutupoho, Senin (22/6/2026) pagi. Bhayangkara muda yang gugur saat menyelamatkan seorang pelajar yang terseret arus di Pantai Nirun Elaar itu dilepas dengan penghormatan terakhir penuh khidmat.

Upacara dipimpin langsung oleh Wakapolres Tual Kompol Roni Ferdi Manawan, S.Sos., M.H., sebagai bentuk penghargaan institusi Polri atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama bertugas.

Sejak pukul 06.00 WIT, kawasan BTN Koperasi Kota Tual dipenuhi keluarga, kerabat, serta jajaran Polres Tual yang datang untuk mengantarkan almarhum menuju tempat peristirahatan terakhir. Suasana duka begitu terasa sepanjang prosesi berlangsung.

Kabag SDM Polres Tual AKP Sanrawali bertindak sebagai Perwira Upacara, sedangkan KBO Samapta Polres Tual IPDA Alfredo Robertho Marthen dipercaya sebagai Komandan Upacara. Pasukan kehormatan, regu pengusung jenazah, pembawa foto almarhum, hingga pembawa karangan bunga turut mengiringi prosesi penghormatan terakhir tersebut.

Tangis Keluarga Pecah

Momen paling mengharukan terjadi saat prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada institusi Polri. Tangis keluarga pecah ketika almarhum secara simbolis diserahkan kepada negara untuk mendapatkan penghormatan terakhir sebagai anggota Bhayangkara yang gugur dalam pengabdian.

Seluruh peserta upacara tampak larut dalam doa. Rekan-rekan sejawat mengenang almarhum sebagai sosok polisi yang disiplin, berdedikasi, dan memiliki semangat pengabdian tinggi kepada masyarakat.

Usai upacara pelepasan, jenazah diberangkatkan menuju Bandara Karel Sadsuitubun Langgur untuk diterbangkan ke Kota Ambon dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

Gugur Saat Selamatkan Pelajar

Kepergian Briptu Risyhant Putra P. Tutupoho meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, institusi Polri, dan masyarakat Maluku Tenggara. Almarhum menjadi salah satu dari dua aparat negara yang gugur saat berusaha menyelamatkan seorang pelajar yang terseret arus di Pantai Nirun Elaar, Desa Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Minggu (21/6/2026).

Peristiwa bermula ketika seorang pelajar bernama Opy Hanubun (16) diduga melompat dari tebing pantai dan terseret arus laut yang cukup kuat. Melihat kondisi tersebut, Briptu Risyhant Tutupoho bersama anggota TNI AU, Serda Rangga S., tanpa ragu menerjang ombak untuk menyelamatkan korban.

Korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, pengorbanan besar harus dibayar mahal. Serda Rangga S. meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis, sementara Briptu Risyhant Tutupoho mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pengabdian yang Tak Terlupakan

Aksi heroik kedua aparat negara tersebut menjadi bukti nyata bahwa tugas kemanusiaan terkadang menuntut pengorbanan tertinggi. Keberanian mereka akan selalu dikenang sebagai teladan pengabdian tanpa batas bagi bangsa dan negara.

Pengorbanan Briptu Risyhant Putra P. Tutupoho dan Serda Rangga S. menjadi pengingat bahwa di balik seragam yang mereka kenakan, terdapat jiwa-jiwa yang rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *