Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Jombang berhasil menyumbangkan medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) IX Jawa Timur 2025. Prestasi ini diraih dari nomor MIX 600 M Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) cabang olahraga drum band yang digelar di Malang Raya.
Capaian ini menjadi kebangkitan PDBI Jombang setelah sekian lama absen dalam keikutsertaan di PORPROV. Pada tahun ini, PDBI Jombang hanya mengikuti dua dari tiga mata lomba yang dipertandingkan, yakni LBJP dan LKKB, masing-masing dengan kategori Putra, Putri, dan Mix.

Minimnya pengalaman dan persiapan menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Menurut Joko Santoso Utomo, Kepala Bidang Organisasi PDBI Jombang yang juga menjabat sebagai manajer tim, pemilihan atlet dilakukan berdasarkan kemampuan teknik dan fisik dari beberapa sekolah di Jombang seperti SMK PGRI 1 Jombang, SMK Dwija Bhakti, SMPN 2 Jombang, serta dua madrasah lainnya.
“Secara pengalaman kompetisi, kami nol. Metode latihan kami berdasarkan pengalaman pribadi saya di ajang PON, termasuk perkembangan terakhir di PON XXI 2024 di Aceh-Sumatera Utara,” ujar Joko yang juga pelatih Marching Band SMEGRISA.
Fasilitas latihan pun bersifat kolaboratif. Instrumen dipinjam dari sekolah binaan, AUFA Music, serta PDBI Jawa Timur. Sedangkan lintasan latihan menggunakan Stadion Merdeka Jombang dan jalan raya di wilayah kota sebagai simulasi arena lomba.

Meski diwarnai cedera dan kelelahan ekstrem saat latihan, para atlet mampu menyelesaikan lomba dengan baik. Beberapa bahkan sempat tumbang setelah melewati garis finis.
“Alhamdulillah, kami bisa menyumbangkan perunggu meski dengan nol pengalaman dan nol prestasi sebelumnya. Semoga di PORPROV mendatang kami bisa lebih siap secara teknis dan manajerial,” tutup Joko.
Prestasi ini menjadi tonggak awal bagi PDBI Jombang untuk kembali aktif dan berkembang dalam cabang olahraga drum band, serta menjadi salah satu harapan baru KONI Jombang di ajang kompetisi mendatang.













