Kota Kupang kembali dipenuhi sukacita rohani dalam perayaan Paskah Sinode GMIT 2025 yang digelar Senin (21/4/2025) dengan tajuk “Paskah Reborn” dan mengusung tema “Damai dari NTT untuk Indonesia, City of Love and Harmony.” Rangkaian pawai Paskah yang dimulai dari bundaran Tirosa dan berakhir di halaman Gereja GMIT Kota Kupang itu berlangsung meriah dan penuh semangat.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Pemuda GMIT Pohonitas Manulai II, yang dengan antusias turut ambil bagian dalam pawai tersebut. Mereka hadir membawa pesan damai dan kasih yang diwujudkan melalui ekspresi seni, kostum tematik, serta pertunjukan teatrikal yang mereka persiapkan dengan kompak.
Renya Adu, Sekretaris Panitia Lokal Pemuda GMIT Pohonitas Manulai II, menyampaikan bahwa waktu persiapan mereka tergolong singkat, hanya sekitar tiga minggu, namun semangat kebersamaan membuat segalanya dapat terlaksana dengan baik.
“Persiapan kami tergolong singkat, tapi semua kompak dalam menyiapkan segala sesuatu, mulai dari penggalangan dana, latihan peran, hingga kebutuhan teknis lainnya,” ujar Renya saat ditemui usai pawai.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa keterlibatan dalam pawai ini bukan hanya dari unsur pemuda saja, melainkan juga melibatkan Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Pemuda dan Taruna, yang turut memberi warna dalam keberagaman usia dan semangat dalam barisan.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Pohonitas Manulai II, Pdt. Inggrid L. Kakiay Then, S.Si. Teol, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap keikutsertaan pemuda jemaatnya dalam pawai paskah Sinode. Ia menilai bahwa ini adalah bentuk nyata pertumbuhan iman generasi muda gereja.
“Kami sangat bersyukur atas partisipasi anak-anak muda dalam kegiatan ini. Mereka bukan hanya tampil, tetapi menunjukkan bahwa mereka siap mengambil bagian dalam kesaksian iman di tengah masyarakat,” ucapnya.
Perayaan Paskah tahun ini tidak hanya menjadi momentum perenungan akan kebangkitan Kristus, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan semangat pemuda GMIT untuk menghadirkan damai di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Kota Kupang sebagai tuan rumah, menunjukkan jati dirinya sebagai “City of Love and Harmony”, tempat di mana kasih dan harmoni tak hanya dikhotbahkan, tapi diwujudkan.
Dengan semangat kebersamaan dan iman yang menyala, Pemuda GMIT Pohonitas Manulai II telah menjadi bagian dari gelombang damai yang mengalir dari NTT untuk Indonesia.












