PAGUYUBAN KEPALA DESA JOMBANG GELAR KONSOLIDASI DI HOTEL DIDUGA UNTUK MEMENANGKAN SALAH SATU PASLON DI PILKADA JOMBANG

Foto: Kepala Desa Plosogeneng yang sempat viral karena aksi KOBOInya di KPU berada di meja resepsionis.
Foto: Kepala Desa Plosogeneng yang sempat viral karena aksi KOBOInya di KPU berada di meja resepsionis.

Kepala Desa se-Kabupaten Jombang mengadakan kegiatan “konsolidasi senyap” di Green Red Hotel tanpa ada pejabat daerah yang lebih tinggi sebagai pengundang yang artinya diduga mereka mengadakan konsolidasi untuk bergerak ke satu arah di saat tak lama lagi akan diadakan Pilkada serentak termasuk di Kabupaten Jombang.

Mendadak terdengar kabar yang telah dicek kepastiannya bahwa Kepala Desa se-Kabupaten Jombang mengadakan acara yang sifatnya konsolidasi di Green Red Hotel Jombang pada 24 Oktober 2024 pukul 09.00 WIB.

Foto: Beberapa anggota BAWASLU hadir untuk melakukan pengawasan.
Foto: Beberapa anggota BAWASLU hadir untuk melakukan pengawasan.

Saat tim dari Media salamolahraga.com sampai di lokasi terlihat dua jurnalis lainnya yang sudah siap menyambut kami dan tampak beberapa Kepala Desa mulai berdatangan dan ditambah lagi beberapa anggota BAWASLU Kabupaten Jombang memasuki parkiran hotel.

Foto: Hall CHRYSANT setelah acara selesai.
Foto: Hall CHRYSANT setelah acara selesai

Beberapa Kepala Desa yang berada di lokasi parkir hotel bertegur sapa dan bersalaman dengan beberapa awak media dan juga anggota BAWASLU yang hadir, akan tetapi kemudian sesegera mungkin untuk bergegas menuju ke Chrisant Auditorium tempat berlangsungnya acara yang berada di lantai 2.

Mereka (Kepala Desa) tidak menjawab atau meminta kami untuk mengecek ke resepsionis jika menanyakan acara apa yang sedang berlangsung. Serentak awak media dan anggota BAWASLU merasa semakin janggal dengan terselenggaranya acara tersebut.

Foto: Jagat Putra Dona saat memberi keterangan atas acara konsolidasi Paguyuban Kepala Desa yang seharusnya tidak terselenggara saat masa kampanye Pilkada.
Foto: Jagat Putra Dona saat memberi keterangan atas acara konsolidasi Paguyuban Kepala Desa yang seharusnya tidak terselenggara saat masa kampanye Pilkada.

Merasa ada sesuatu yang terkesan bersifat darurat, Jagat Putra Dona Tim Pembina PPID BAWASLU Jombang pun menanyakan ke meja resepsionis atau terima tamu yang diletakkan di luar pintu masuk hall atau tempat acara. Salah satu Kepala Desa dari Desa Plosogeneng berjaga di situ, Jagat mendapat jawaban yang semakin menjelaskan dan menyimpulkan membuat acara tersebut seharusnya tidak diselenggarakan.

“Jawaban dari yang bersangkutan bahwa ini acara Paguyuban Kepala Desa dan bukan Asosiasi Kepala Desa, acara bersifat tertutup bahkan semua HP atau alat komunikasi dititipkan di meja resepsionis alias dilarang dibawa masuk. Ketika saya menanyakan mana surat undangan acara tersebut sehingga kami (BAWASLU) bisa memastikan acara tersebut untuk melihat Kepala Surat dan pengundangnya kami tetap tidak diberikan hal tersebut dan ini acara makan-makan biasa jadi tidak perlu ada BAWASLU di sini,” demikian disampaikan oleh Jagat Putra Dona pada awak media.

Foto: Kepala Desa mengantri untuk mengambil ponselnya masing-masing.
Foto: Kepala Desa mengantri untuk mengambil ponselnya masing-masing.

Perlu diketahui bahwa Warsubi calon Bupati Jombang merupakan mantan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Jombang.

Foto: Kepala Desa yang hadir menikmati hidangan yang telah dipesan.
Foto: Kepala Desa yang hadir menikmati hidangan yang telah dipesan.

Setelah yel-yel terdengar dari dalam ruang konsolidasi, seluruh Kepala Desa pun keluar ruangan dan mengantri untuk mengambil ponselnya masing-masing dan menikmati hidangan yang sudah disediakan.

Penulis: DEDY F. ROSYADI, S.Pd., M.Pd.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *