JAKARTA — Di tengah memanasnya suhu politik di Timur Tengah pasca-serangan rudal antara Iran dan Israel, publik di Indonesia mendadak geger. Perhatian warganet tersedot pada sebuah video lawas budayawan dan cendekiawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun yang kembali viral di media sosial.
Video yang diambil sekitar tahun 2012 atau 12 tahun silam itu dianggap sebagai ‘ramalan’ yang kini menjadi kenyataan. Unggahan dari akun X @6undul0h pada Minggu (1/3/2026) memperlihatkan wejangan Cak Nun yang memprediksi skenario serangan terhadap Iran.
Prediksi Serangan dan Propaganda Nuklir
Dalam potongan video tersebut, Cak Nun secara spesifik menyebutkan bahwa Iran suatu saat akan menjadi target serangan gabungan. Tak hanya serangan fisik, ia juga menyinggung adanya strategi adu domba dan perang psikologis.
“Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika. Dan benar, berawal dari Israel menyerang Iran,” bunyi keterangan dalam unggahan yang viral tersebut.
Cak Nun menjelaskan bahwa setelah penggempuran terjadi, akan muncul propaganda besar-besaran untuk menyudutkan Iran di mata dunia, terutama dengan mengangkat isu senjata nuklir. Menurutnya, Israel akan “merengek” meminta bantuan Amerika Serikat untuk melakukan intervensi lebih jauh.
Sikap Arab Saudi Jadi Sorotan
Salah satu poin paling mengejutkan dalam wejangan Cak Nun tahun 2012 tersebut adalah prediksinya mengenai peta aliansi di Timur Tengah. Ia menyebutkan posisi Arab Saudi dalam konflik ini yang dinilai sangat kontroversial.
“Tingkat provokasinya dari adu domba fisik sampai psikologi dan batin. Dan ini ya serius. Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika. Dan nanti Arab Saudi dipastikan akan membela Israel,” pungkas Cak Nun dalam rekaman lawas tersebut.
Reaksi Warganet: Antara Percaya dan Waspada
Viralnya video ini memicu beragam komentar dari netizen Indonesia. Banyak yang merasa “merinding” karena analisis geopolitik Cak Nun belasan tahun lalu dinilai sangat akurat dengan kondisi lapangan saat ini, di mana ketegangan rudal benar-benar pecah pada akhir Februari 2026.
Meski sebagian pihak menganggap ini hanya analisis politik yang tajam pada masanya, tak sedikit yang melihatnya sebagai peringatan dini (early warning) bagi stabilitas dunia Islam. Hingga saat ini, video tersebut terus dibagikan dan menjadi bahan diskusi hangat mengenai masa depan perdamaian di tanah para nabi tersebut.












