Pelajar SD-SMA Se-Tanah Papua Turun ke Jalan Tolak MBG, Minta Pendidikan Gratis

YAHUKIMO – Aksi serentak pelajar di Tanah Papua digelar pada Selasa, 15 September 2026. Sejak pukul 09.00 pagi, siswa-siswi SD, SMP, dan SMA menuju Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo untuk menyampaikan aspirasi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam aksi tersebut, para pelajar meminta agar anggaran MBG dialihkan untuk pendidikan gratis di seluruh Indonesia.

Makan Gratis Banyak Kena Penyakit hingga Meninggal

Salah satu siswa SMP YPPGI Dekai, Otis Heselo, menyampaikan orasinya dengan tegas. Ia mengaku tidak membutuhkan makanan gratis karena banyak yang sakit hingga meninggal akibat keracunan makanan gratis tersebut.

“Kami tidak butuh makanan gratis karena makan gratis banyak yang kena sakit penyakit dan ada juga yang meninggal karena keracunan makanan gratis tersebut,” ujar Otis.

Ia pun meminta pemerintah dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendengar suara anak-anak Indonesia Timur.

“Kepada Yth Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dimohon dengar suara kami anak Indonesia Timur. Kami minta pendidikan gratis, bukan MBG gratis,” tegasnya.

Aksi Sempat Memanas

Aksi semakin panas dan situasi tidak kondusif membuat pihak kepolisian Polres Dekai, Yahukimo, melakukan pengawalan ketat saat para pelajar menyampaikan aspirasinya.

Aspirasi para siswa-siswi tersebut akhirnya ditanggapi langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo, Drs. Deleng Magayang, S.Pd., M.Pd. Setelah menyampaikan aspirasinya, para siswa-siswi dengan pengawalan ketat oleh pihak kepolisian akhirnya membubarkan diri masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *