KEDIRI — Jika mendengar kata “Pare”, memori kolektif kita pasti langsung tertuju pada deretan lembaga kursus di Kampung Inggris. Namun, di balik keriuhan para pelajar yang mengasah bahasa asing, terselip sebuah harta karun kuliner yang ekstrem namun dicintai warga lokal maupun pelancong: Olahan Bekicot, atau yang populer dengan sandi “02”.
Di tengah suasana libur Natal dan Tahun Baru (25/12/2025), salah satu titik paling legendaris yang wajib dikunjungi adalah Warung Berkah Bu Jem. Terletak tepat di “titik nol” kuliner Pare, Jalan Cokroaminoto, Mulyosari, warung ini menjadi saksi bisu konsistensi rasa selama dua dekade.
Rahasia Dapur 20 Tahun
Sosok di balik kemudi warung ini adalah Bu Paijem, seorang ibu tangguh yang telah mengolah bekicot selama 20 tahun. Rahasia kelezatan masakannya dimulai dari kesegaran bahan baku. Setiap hari, bekicot segar dikirim dua kali, pagi dan sore.
Proses pembersihan dilakukan langsung oleh sang suami yang telah berusia 70-an tahun. Dengan telaten, lendir dan lumpur dibersihkan hingga benar-benar higienis sebelum masuk ke kuali besar Bu Paijem.
Tiga Varian Penggugah Selera
Bu Paijem menyajikan “02” dalam tiga rupa yang memiliki karakter rasa berbeda:
-
Krengsengan Bekicot: Primadona bagi pecinta pedas. Berwarna hitam pekat karena kecap asli Kediri, masakan ini menawarkan sensasi pedas yang meledak dengan sedikit sentuhan manis-gurih yang lengket di lidah.
-
Tongseng: Bagi yang menyukai sensasi segar, tongseng hadir dengan sedikit kuah yang gurih-asin, memberikan keseimbangan rasa yang pas dengan tekstur bekicot yang kenyal.
-
Sate 02: Sajian orisinal bagi mereka yang ingin menikmati tekstur daging bekicot tanpa campuran bumbu yang kompleks, cocok dinikmati sebagai camilan atau lauk tanpa nasi.
Lonjakan di Musim Liburan
Momen liburan sekolah kali ini membawa berkah sekaligus tantangan bagi Bu Paijem. Jika pada hari biasa ia menghabiskan sekitar 10 kg bekicot, di masa weekend dan libur Nataru seperti sekarang, permintaannya melonjak hingga 20 kg lebih.
“Rasanya lelah karena tenaga sudah berkurang, apalagi harus memasak dua kali sehari (pagi dan sore). Tapi ini berkah yang harus disyukuri,” ungkap Bu Paijem sembari melayani pelanggan yang silih berganti datang.
Destinasi Wajib di Pare
Warung Berkah Bu Jem buka setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 21.00 WIB. Bagi para orang tua yang sedang mengantar anak belajar di Kampung Inggris atau wisatawan yang kebetulan melintasi Kediri, singgah di warung ini bukan sekadar mengisi perut, melainkan merayakan sejarah panjang kuliner otentik yang tetap bertahan di tengah gempuran zaman.
Menikmati “02” di Pare adalah cara terbaik untuk merasakan sisi lain Kediri—yang pedas, manis, dan tentu saja, tak terlupakan.















