JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melontarkan kritik balik kepada pihak-pihak yang menyudutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Amran menilai, sebagian besar kritik datang dari kalangan yang tidak memahami realitas pahit kondisi masyarakat miskin di akar rumput.
Menurutnya, mereka yang kontra terhadap program ini kemungkinan besar “tidak pernah merasakan miskin”, sehingga gagal melihat urgensi intervensi gizi bagi kelompok rentan.
Intervensi Negara untuk Kualitas SDM
Amran menegaskan bahwa MBG bukan sekadar bantuan pangan biasa atau bagi-bagi makanan. Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan pemenuhan gizi masyarakat kurang mampu, sekaligus menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia ke depan.
“Program ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang, bukan untuk kepentingan politik jangka pendek,” tegas Amran dalam pernyataannya, Selasa (07/04/2026).
Efek Domino Ekonomi: Dari Desa ke Hulu
Lebih jauh, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa MBG memiliki dampak ekonomi yang sangat luas (multiplier effect). Program ini dirancang untuk menggerakkan ekosistem pertanian dan peternakan secara menyeluruh.
Beberapa poin penggerak ekonomi desa melalui MBG antara lain:
-
Penyerap Hasil Tani: Bahan baku makanan diambil langsung dari petani lokal.
-
Pemberdayaan Peternak: Kebutuhan protein seperti telur dan daging menggerakkan sektor peternakan rakyat.
-
UMKM Kuliner: Melibatkan pelaku usaha kecil di desa-desa dalam proses penyediaan makanan.
-
Kemandirian Pangan: Mendorong sirkulasi uang tetap berputar di tingkat desa (ekonomi hulu ke hilir).
Komitmen Pertanian Mendukung Gizi Nasional
Kementerian Pertanian berkomitmen penuh untuk memastikan pasokan pangan tetap stabil guna mendukung keberlanjutan program MBG. Amran optimis bahwa jika rantai pasok dari petani ke meja makan ini dikelola dengan baik, Indonesia tidak hanya akan memiliki generasi yang sehat dan cerdas, tetapi juga sektor pertanian yang jauh lebih mandiri dan sejahtera.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk melihat program ini secara objektif sebagai langkah strategis dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan stunting di tanah air.












