MALAKA — Deru mesin motor tua membelah kesunyian di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste (RI-RDTL) akhir pekan ini. Bukan sekadar penyaluran hobi otomotif, komunitas motor klasik di Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi bakti sosial bertajuk “MOTOR BAIK” pada 7-8 Maret 2026.
Kegiatan kemanusiaan ini dipusatkan di SDI Nekto, Desa Rai Ulun, Dusun Nekto, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka. Aksi ini menyasar anak-anak sekolah, khususnya jenjang PAUD dan SD, sebagai bentuk kepedulian nyata menjelang hari raya Ramadan dan Paskah 2026.
Sentuhan Kasih di Ujung Negeri
Kegiatan yang dikoordinir oleh Rm. Nus Haumoen, Pr, ini diikuti oleh berbagai komunitas motor klasik dan pegiat sosial dari seantero Pulau Timor. Kehadiran para riders ini membawa misi untuk meringankan beban pendidikan sekaligus memberikan kebahagiaan bagi anak-anak di dusun terpencil tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu anak-anak di Dusun Nekto. Kami juga memohon dukungan dari pemerintah serta instansi terkait untuk terus menyokong gerakan sosial semacam ini di masa depan,” ujar salah satu anggota rombongan kepada awak media.
Pendidikan sebagai Kunci Perubahan
No Dacosta, salah satu tokoh penggerak aksi ini, menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah sektor pendidikan. Baginya, anak-anak di wilayah perbatasan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan fasilitas penunjang belajar yang layak.
“Pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib anak-anak di perbatasan. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk ikut berbagi kasih dan peduli terhadap kualitas pendidikan di daerah terdepan Indonesia,” ungkap No Dacosta.
Lebih dari Sekadar Hobi Otomotif
Aksi “MOTOR BAIK” membuktikan bahwa komunitas motor tidak selamanya identik dengan kegiatan hura-hura. Solidaritas para pecinta motor klasik NTT ini menjadi contoh konkret sinergi antara hobi dan pengabdian masyarakat.
Diharapkan, gerakan ini mampu memantik kesadaran masyarakat luas dan pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan serta sarana pendidikan bagi generasi muda yang tinggal di garis perbatasan RI-RDTL.













