Matematika Tak Lagi Menakutkan, Wabup Gresik Asluchul Alif Dorong Guru Terapkan Metode Belajar ala Jepang

GRESIK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkomitmen mengubah persepsi siswa terhadap mata pelajaran matematika yang selama ini dianggap momok. Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, meminta para tenaga pendidik untuk berinovasi dan mengubah cara mengajar agar matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

Pesan tersebut disampaikan Wabup Alif saat membuka pelatihan guru bertajuk “Pembelajaran Diferensiasi dan Motivasi Siswa ala Jepang” di Ruang Mandala Bhakti Praja, Senin (12/1/2026).

Kejujuran sebagai Fondasi Pendidikan

Selain inovasi, Wabup Alif menekankan pentingnya nilai integritas dalam dunia pendidikan. Menurutnya, metode yang hebat tidak akan berarti tanpa adanya kejujuran dalam proses belajar maupun penilaian.

“Yang sedang kita pikirkan adalah bagaimana matematika bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Saya hanya menitipkan satu pesan penting, yakni kejujuran,” tegas Wabup Alif di hadapan 321 guru SD dan SMP se-Kabupaten Gresik.

Belajar dari Jepang untuk Hadapi TKA 2026

Pelatihan yang berlangsung pada 12–14 Januari ini menggandeng tenaga ahli untuk mensosialisasikan pendekatan numerasi kontekstual. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Hariyanto, menjelaskan bahwa pendekatan ala Jepang dipilih agar siswa lebih terbiasa bernalar daripada sekadar menghafal rumus.

Langkah ini merupakan respon cepat atas keprihatinan terhadap hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) nasional tahun sebelumnya yang masih rendah, di mana rata-rata Matematika hanya mencapai angka 37,23.

“Angka ini menjadi peringatan serius. Target kami pada TKA April mendatang, minimal nilai Matematika di Gresik adalah 6,00 dan Bahasa Indonesia 7,00,” ujar Hariyanto.

Sinergi Bahasa Inggris dan Dukungan CSR

Tak hanya matematika, Pemkab Gresik juga memperkuat kemampuan bahasa asing melalui kerja sama dengan Kampung Inggris Pare. Pilot project ekosistem Bahasa Inggris kini telah berjalan di SDN 4 Petrokimia Gresik dan SMP Plus Jauharul Maknuun Sidayu.

Program penguatan kualitas pendidikan ini terlaksana berkat dukungan program CSR dari PT Petrokimia Gresik. Melalui kolaborasi ini, Pemkab Gresik optimis kualitas pendidikan daerahnya mampu menembus peringkat 10 besar di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *