Maba Unpad Tolak Bantuan Kos dari Dedi Mulyadi, Minta Dialihkan untuk Temannya

BANDUNG – Momen unik sekaligus mengharukan terjadi saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad), Senin (10/8/2026).

Seorang mahasiswa baru justru menolak tawaran bantuan pembayaran uang kos dari Dedi Mulyadi. Sikap tersebut dilakukan bukan karena tidak membutuhkan bantuan, melainkan karena ia meminta agar bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa lain yang dinilainya lebih membutuhkan.

Tolak Bantuan dan Pilih Membantu Teman

Kejadian tersebut bermula ketika Dedi Mulyadi memanggil salah satu mahasiswa baru ke atas panggung. Dalam dialog interaktif tersebut, Dedi berniat memberikan apresiasi berupa bantuan biaya sewa tempat tinggal atau kos selama mahasiswa tersebut menjalani masa perkuliahan.

Namun, di luar dugaan, mahasiswa tersebut merespons tawaran tersebut dengan penolakan secara halus.

Mahasiswa baru tersebut meminta agar dana bantuan kos yang ditawarkan kepadanya dialihkan kepada rekannya sesama mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dinilai lebih membutuhkan bantuan.

Disambut Tepuk Tangan Ribuan Mahasiswa

Sikap tidak egois dan kepedulian sosial yang ditunjukkan mahasiswa tersebut langsung mendapat sambutan dari ribuan peserta yang memadati aula.

Tepuk tangan pun terdengar saat mahasiswa tersebut menyampaikan keinginannya agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh rekannya yang membutuhkan.

Dedi Mulyadi tampak terkesan dengan sikap yang ditunjukkan mahasiswa baru tersebut. Ia memberikan apresiasi atas rasa empati dan kepedulian sosial yang dinilai menjadi nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Viral di Media Sosial

Momen tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah cuplikan videonya diunggah dan menyebar luas di media sosial.

Sejumlah warganet turut memberikan pujian terhadap sikap mahasiswa baru Unpad tersebut. Ia dinilai menunjukkan mentalitas dan kepribadian yang mengedepankan kepedulian terhadap sesama dibandingkan kepentingan pribadi.

Peristiwa tersebut juga menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan kepedulian sosial.

Sikap mahasiswa baru tersebut menjadi teladan bahwa kesempatan mendapatkan bantuan dapat menjadi lebih bermakna ketika seseorang juga memikirkan kebutuhan orang lain yang berada di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *