BANYUWANGI — Jagat hiburan tanah air dikejutkan dengan mencuatnya konflik internal antara ayah kandung penyanyi cilik Farel Prayoga, Pak Joko Suyoto, dengan pihak manajemen yang dipimpin oleh Rais Simson atau Om Rais. Isu transparansi pendapatan yang ditaksir mencapai angka fantastis, Rp10 miliar, menjadi pemicu utama keretakan hubungan kedua pihak di awal tahun 2026 ini.
Konflik ini memancing perhatian luas karena melibatkan masa depan dan kesehatan mental sang pelantun “Ojo Dibandingke” yang masih di bawah umur.
Pak Joko: “Ini Soal Harga Diri Seorang Ayah”
Melalui pernyataan terbuka di media sosial, Pak Joko Suyoto meluapkan kekecewaannya. Ia menuntut bukti tertulis mengenai rincian pendapatan Farel sejak awal karier hingga saat ini. Pak Joko merasa pihak manajemen bersikap menutup diri dan membatasi perannya sebagai ayah kandung.
“Ini bukan sekadar soal uang, tapi soal harga diri. Saya merasa peran saya sebagai ayah perlahan dihapus dari perjalanan sukses Farel. Publik hanya mendengar satu sisi cerita saja,” ungkap Pak Joko dalam narasi yang viral. Ia merasa disingkirkan dari pengambilan keputusan strategis terkait masa depan sang anak.
Klarifikasi Manajemen: Fokus pada Tabungan Masa Depan
Menanggapi tudingan tersebut, Om Rais selaku manajer sekaligus ayah angkat Farel memberikan klarifikasi secara profesional. Ia menjelaskan bahwa angka Rp10 miliar yang beredar adalah pendapatan kotor yang dikelola untuk kebutuhan jangka panjang Farel.
“Semua ada dokumen resminya. Pemasukan tersebut dialokasikan untuk memperbaiki taraf hidup Farel; mulai dari rumah, pendidikan, hingga tabungan masa depan yang tidak boleh diganggu gugat,” jelas Om Rais. Ia juga menegaskan kesiapannya untuk membuka laporan keuangan secara transparan asalkan dilakukan melalui jalur hukum resmi, bukan lewat drama di media sosial.
Sorotan pada Kesehatan Mental Anak
Para pemerhati anak dan pengamat media sosial menyayangkan konflik terbuka ini. Farel dinilai berada dalam posisi sulit sebagai korban ego orang dewasa di sekitarnya.
“Farel ibarat benih yang tumbuh di tanah retak. Saat ia mulai berbuah, banyak tangan berebut tanpa peduli apakah batangnya cukup kokoh,” tulis salah satu pengamat media sosial yang menyoroti betapa rentannya posisi artis cilik dalam sengketa keluarga.
Hingga saat ini, publik berharap ada mediasi kekeluargaan yang lebih tertutup untuk melindungi privasi Farel Prayoga. Fokus utama diharapkan kembali pada pendidikan dan tumbuh kembang Farel, agar karier gemilangnya tidak terhenti akibat perselisihan harta.












