BANDUNG BARAT — Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) wilayah Batujajar, Hendrik Irawan, akhirnya angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan dirinya menerima insentif sebesar Rp6 juta sambil berjoget. Hendrik menegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial telah dipelintir dan merugikan reputasi pribadinya.
Melalui pernyataan resminya, Hendrik mencoba meluruskan kesalahpahaman publik agar isu mengenai “insentif” tersebut tidak semakin liar.
Bukan Diambil dari Anggaran Makan Anak
Salah satu poin utama yang diklarifikasi Hendrik adalah sumber dana insentif tersebut. Ia membantah keras tuduhan netizen yang menyebut uang itu diambil dari pemotongan jatah nutrisi atau anggaran makanan untuk anak-anak sekolah.
“Maaf ya netizen… biar nggak pada membludak ‘insentif’ ini ke mana-mana. Saya jelaskan, Rp6 juta per hari itu bukan diambil dari jatah makanan anak-anak,” tegas Hendrik, Rabu (25/3/2026).
Bentuk Apresiasi Langsung dari Presiden
Hendrik menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan bentuk apresiasi atau bonus yang diberikan oleh pihak kepresidenan atas kinerja mitra di lapangan dalam menyukseskan program nasional MBG. Menurutnya, apresiasi tersebut bersifat tambahan dan memiliki jalur anggaran yang berbeda dengan dana operasional makanan.
Meski demikian, Hendrik menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul akibat video tersebut. Ia mengaku heran mengapa aksi ekspresi kegembiraannya justru menuai serangan masif dari warganet.
Imbauan Bijak Bermedia Sosial
Hendrik berharap masyarakat dapat melihat konteks video tersebut secara utuh dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang disebarkan tanpa penjelasan lengkap. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batujajar sendiri diklaim tetap berjalan sesuai standar gizi yang ditetapkan pemerintah tanpa ada pengurangan kualitas sedikit pun.












