PIDIE JAYA — Kementerian Hukum (Kemenkum) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana banjir hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Sabtu (3/1/2026).
Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tengah berupaya bangkit dan memulihkan kondisi pascabencana alam.
Bantuan Berupa Pakaian dan Beras untuk Korban Banjir
Bantuan yang disalurkan Kementerian Hukum berupa pakaian layak pakai serta beras guna memenuhi kebutuhan dasar para korban banjir. Seluruh bantuan tersebut dihimpun melalui solidaritas internal Kementerian Hukum yang melibatkan Kantor Wilayah serta Unit Eselon I di lingkungan Kemenkum.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang terdampak langsung bencana hidrometeorologi.
Penyerahan Bantuan Dipimpin Kakanwil Kemenkum Aceh
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh, Meurah Budiman, yang didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Purwandani. Keduanya menyambangi lokasi terdampak dan menyerahkan bantuan kepada warga secara langsung.
Dalam kesempatan tersebut, Meurah Budiman juga menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk mendengar kondisi serta kebutuhan mendesak para korban banjir.
Kemenkum Tegaskan Kepedulian dan Empati kepada Masyarakat
Meurah Budiman menyampaikan bahwa bantuan ini tidak hanya dimaknai sebagai penyaluran logistik semata, tetapi juga sebagai bentuk empati dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat Pidie Jaya.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Pidie Jaya tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah ini. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian seluruh jajaran Kementerian Hukum,” ujar Meurah Budiman di sela-sela kegiatan penyerahan bantuan.
Warga Terbantu, Harapkan Pemulihan Pascabencana
Salah seorang korban banjir, Nurhayati, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu keluarganya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sejak bencana banjir melanda wilayah tempat tinggalnya.
“Sejak banjir datang, kami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” ungkap Nurhayati.
Kementerian Hukum berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan pascabencana. Pemerintah melalui berbagai unsur juga diharapkan terus hadir secara konsisten agar masyarakat terdampak dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara layak.












