SEMARANG – Kebakaran melanda kompleks Sekolah BIAS Semarang di Jalan Rowosari Raya RT 01/RW 06, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 16.20 WIB. Kobaran api menghanguskan sejumlah bangunan di bagian belakang sekolah sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.
Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan cukup parah pada beberapa bangunan sekolah, terutama gedung yang sebagian konstruksinya berbahan kayu.
Api Diduga Berasal dari Area Pembakaran Sampah
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari laporan layanan darurat 112 Kota Semarang serta dokumentasi di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat muncul di area samping ruang kelas yang diduga digunakan sebagai lokasi pembakaran sampah.
Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat ke gudang serta bangunan sekolah dua lantai sehingga mempercepat penyebaran kebakaran.
Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan dapat disaksikan dari sejumlah kawasan di Kecamatan Tembalang. Banyak warga berdatangan ke lokasi sehingga arus lalu lintas di depan sekolah sempat mengalami perlambatan.
Tiga Unit Damkar Dikerahkan
Untuk mengendalikan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengerahkan sedikitnya tiga unit mobil pemadam dari Pos Barito, Pos Pedurungan, dan Pos Madukoro.
Proses penanganan juga melibatkan unsur BPBD Kota Semarang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat kelurahan dan kecamatan, pengurus RT/RW, serta relawan yang membantu pengamanan lokasi dan proses pemadaman.
Setelah dilakukan pemadaman secara intensif, petugas berhasil mengendalikan api dan melanjutkan proses pendinginan guna mencegah munculnya titik api baru.
Tidak Ada Korban Jiwa
Berdasarkan keterangan sementara dari layanan darurat 112 Kota Semarang, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Saat kebakaran terjadi, aktivitas belajar mengajar telah selesai sehingga lingkungan sekolah dalam kondisi relatif sepi.
Meski demikian, bangunan di bagian belakang sekolah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat cepatnya penyebaran api yang diduga dipicu oleh material bangunan berbahan kayu.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Informasi mengenai dugaan bahwa api berasal dari aktivitas pembakaran sampah masih merupakan indikasi awal dan belum dapat dipastikan sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.
Pihak berwenang masih akan melakukan pemeriksaan teknis untuk memastikan sumber api serta faktor-faktor lain yang mungkin menyebabkan terjadinya kebakaran.
Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan
Peristiwa ini juga menjadi perhatian masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pencegahan kebakaran, khususnya di kawasan permukiman maupun lingkungan pendidikan.
Di media sosial, sejumlah warga menyampaikan keluhan mengenai praktik pembakaran sampah yang masih terjadi di beberapa wilayah. Namun, pendapat tersebut merupakan tanggapan masyarakat dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kebakaran tanpa hasil penyelidikan resmi.
Secara umum, praktik pembakaran sampah terbuka diatur dalam berbagai ketentuan mengenai pengelolaan lingkungan hidup dan pengelolaan sampah. Apabila hasil penyelidikan nantinya membuktikan kebakaran dipicu oleh aktivitas tersebut, maka aspek kepatuhan terhadap prosedur keselamatan maupun ketentuan hukum akan menjadi bagian dari evaluasi aparat.
Sementara itu, pihak pengelola Sekolah BIAS Semarang bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap tingkat kerusakan bangunan serta menghitung kebutuhan pemulihan fasilitas pendidikan. Hingga berita ini diterbitkan, besaran kerugian material akibat kebakaran belum diumumkan secara resmi.












