KENDARI — Respons cepat ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Sosial dalam menangani musibah kebakaran yang melanda kawasan BTN DPR, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Selasa (24/3/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.15 WITA tersebut menghanguskan dua unit rumah warga dan memaksa sembilan jiwa untuk mengungsi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana, memastikan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah perlindungan sosial bagi para korban terdampak.
Kronologi: Diduga Akibat Korsleting Listrik
Berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, api diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik di salah satu rumah. Kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan di sampingnya hingga menghanguskan rumah milik keluarga Sitti Maidah Sessu (4 jiwa) dan keluarga Ramli R (5 jiwa).
Tim Pemadam Kebakaran Kota Kendari yang tiba di lokasi berhasil melokalisir api sehingga tidak menjalar ke permukiman padat penduduk lainnya yang berada di sekitar BTN DPR Nomor 12 tersebut.
Bantuan Logistik untuk Pengungsi
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material dilaporkan cukup besar. Saat ini, para korban mengungsi sementara di rumah kerabat terdekat. Dinas Sosial Kota Kendari telah melakukan asesmen dan langsung menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.
Bantuan yang disalurkan meliputi:
-
Family kit dan perlengkapan mandi.
-
Kasur lipat dan selimut.
-
Terpal dan perlengkapan darurat lainnya.
“Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan korban tetap mendapatkan perlindungan dan bantuan yang layak selama masa tanggap darurat,” jelas Rukmana.
Imbauan Kewaspadaan Instalasi Listrik
Pemerintah Kota Kendari mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu oleh instalasi listrik yang sudah tidak layak atau beban listrik berlebih.
Warga diharapkan rutin melakukan pemeriksaan kabel dan perangkat elektronik di rumah masing-masing guna mencegah tragedi serupa terulang kembali. Pemerintah berkomitmen akan terus memantau kondisi para korban untuk langkah pemulihan pascabencana selanjutnya.












