TAPANULI TENGAH — Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memastikan pemulihan fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama. Hal ini ditegaskannya saat meninjau langsung SDN 155678 Hutanabolon 2, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sabtu (24/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Tito didampingi Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu. Kehadiran mereka bertujuan untuk melihat langsung kondisi para siswa yang saat ini masih terpaksa belajar di tenda darurat pascamusibah banjir.
Belajar di Tenda: Kondisi Darurat 165 Siswa
Berdasarkan dialog dengan Kepala Sekolah Ramiannum Tambunan, tercatat sebanyak 165 murid saat ini masih mengikuti kegiatan belajar-mengajar di bawah dua tenda bantuan dari Kemendikdasmen. Meskipun gedung sekolah tidak mengalami kerusakan struktur berat, namun lumpur pekat sempat memenuhi seluruh ruangan.
“Sekarang masih belajar di tenda, Pak. Karena ruang kelas masih dalam proses pembersihan dan perbaikan,” ungkap Ramiannum di hadapan Kasatgas. Ia juga menyebutkan bahwa sekolah didukung oleh 12 guru PNS dan 8 guru honorer yang tetap bersemangat mengajar meski dalam keterbatasan.
Kebutuhan Mendesak: Mebel, Komputer, hingga Laptop
Tito Karnavian secara detail menanyakan kebutuhan paling krusial agar operasional sekolah kembali normal. Ramiannum menyampaikan bahwa sebagian besar perabot sekolah (mebel) hancur tersapu air, termasuk perangkat teknologi informasi.
“Kalau kami, Pak, masih banyak yang kurang. Mebel hancur semua, komputer, laptop, dan juga loudspeaker untuk keperluan sekolah,” curhat Ramiannum.
Mendengar hal tersebut, Kasatgas Tito Karnavian langsung memberikan respons cepat. Ia berkomitmen untuk segera melakukan koordinasi lintas sektoral guna pengadaan kembali fasilitas yang rusak.
“Nanti akan kami pikirkan bersama Pak Gubernur, Pak Bupati, dan segera saya sampaikan kebutuhan ini langsung ke Mendikdasmen agar bisa dipenuhi secepat mungkin,” tegas Tito.
Apresiasi Semangat Gotong Royong
Tito juga mengapresiasi kerja keras personel TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah yang telah bergerak cepat membersihkan material sisa banjir. Ia menargetkan agar para siswa tidak terlalu lama berada di tenda darurat karena proses penggabungan kelas di dalam tenda dinilai tidak ideal bagi perkembangan belajar anak.
“Sabar, tetap semangat ya, Bu. Kita usahakan proses perbaikan dipercepat agar anak-anak segera kembali ke ruang kelas yang nyaman,” pungkasnya menutup kunjungan.












