Haul Umum Makbaroh Mijen Walangsanga Dibanjiri Ribuan Jamaah, KH Marzuki Mustamar Serukan Penguatan Tradisi Ahlussunnah wal Jamaah

PEMALANG – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan Makbaroh Mijen di Desa Walangsanga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, dalam pelaksanaan Haul Umum Makbaroh Mijen Walangsanga yang berlangsung khidmat pada Minggu (28/6/2026).

Pelaksanaan haul menjadi momentum untuk mendoakan para ulama dan leluhur sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Antusiasme jamaah terlihat sejak pagi hari hingga berakhirnya rangkaian acara, dengan ribuan peserta memadati area makbaroh dan lokasi pengajian.

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Akbar

Peringatan haul tahun ini menghadirkan penceramah dari Jawa Timur, Dr. KH. Marzuki Mustamar, M.Ag., Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang. Selama pelaksanaan kegiatan, beliau mendapat pengawalan dari Ormas PWI Laskar Sabililah.

Kehadiran KH. Marzuki Mustamar menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti rangkaian doa bersama dan pengajian umum.

Seruan Perkuat Tradisi Keilmuan dan Persatuan Umat

Dalam tausiyahnya, KH. Marzuki Mustamar mengajak umat Islam untuk terus memperkuat pemahaman keagamaan berdasarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, menjaga persatuan umat, serta menghormati jasa dan perjuangan para ulama Nusantara.

Menurutnya, para kiai dan ulama merupakan pewaris perjuangan dakwah Islam yang telah memberikan kontribusi besar dalam membangun peradaban Islam di Indonesia.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar bersikap kritis terhadap berbagai ajaran maupun klaim yang tidak memiliki landasan keilmuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tradisi keilmuan pesantren dan nilai-nilai ke-NU-an harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari menjaga persatuan dan keberlangsungan dakwah Islam di Indonesia,” pesannya.

Wujud Kecintaan kepada Ulama dan Tradisi Islam Nusantara

Pelaksanaan Haul Umum Makbaroh Mijen Walangsanga berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Kehadiran ribuan jamaah menjadi bukti kuatnya kecintaan masyarakat terhadap para ulama serta semangat untuk melestarikan tradisi haul sebagai sarana memperkuat keimanan, persaudaraan, dan penghormatan kepada para pewaris perjuangan Islam di Nusantara.

Kegiatan tersebut diharapkan terus menjadi media dakwah, pendidikan, dan penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, sekaligus menjaga warisan tradisi keagamaan yang telah berlangsung turun-temurun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *