JAKARTA – Harga berbagai jenis ikan asin di Pasar Ikan Asin Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan paling mencolok terjadi pada ikan asin jenis kapasan yang kini dijual hingga mencapai Rp200.000 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat ikan asin yang selama ini dikenal sebagai lauk murah dan merakyat kini justru memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah komoditas lain, seperti daging ayam maupun daging sapi untuk jenis tertentu.
Pedagang dan Pembeli Keluhkan Kenaikan Harga
Lonjakan harga tidak hanya terjadi pada ikan kapasan, tetapi juga pada sejumlah komoditas ikan asin lainnya, seperti teri nasi, ikan peda, hingga ikan layang rebus.
Para pedagang mengaku kenaikan harga berdampak langsung terhadap penjualan karena daya beli masyarakat mulai menurun. Di sisi lain, para pembeli juga harus mengurangi jumlah pembelian akibat harga yang terus meningkat.
Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan masyarakat, terutama kalangan rumah tangga yang selama ini menjadikan ikan asin sebagai lauk pendamping sehari-hari.
Ikan Asin Tak Lagi Jadi Lauk Murah
Kenaikan harga juga dirasakan para pedagang eceran yang harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen agar tetap memperoleh keuntungan.
Namun, kenaikan harga tersebut membuat sebagian pelanggan memilih mengurangi pembelian atau beralih ke lauk lain yang dinilai lebih ekonomis.
Situasi ini turut menggeser citra ikan asin sebagai salah satu sumber protein dengan harga terjangkau bagi masyarakat, karena kini beberapa jenis ikan asin justru dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah komoditas pangan lainnya.












