Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) PJOK Mojoagung menggandeng Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sunan Giri Bojonegoro dalam pelatihan inovatif berbasis permainan tradisional. Kegiatan digelar di MI Ar-Rohmah, Desa Betek, Mojoagung, Selasa (27/5/2025).
Seminar bertajuk Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru PJOK dalam Pembelajaran Inovatif Berbasis Permainan Tradisional ini menghadirkan Dekan FKIP UNU Sunan Giri Bojonegoro, Dr. Hasan Saifuddin, M.Pd., sebagai narasumber utama.
“Permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang kuat, membentuk karakter, kerja sama, dan motorik siswa. Guru PJOK berperan penting melestarikan budaya ini di tengah era digital,” ujar Dr. Hasan dalam paparannya.
Acara turut dihadiri tokoh pendidikan Mojoagung seperti Dr. Umi Salamah, S.Ag., M.Pd., dan Aliyatun Ni’mah, S.Pd.I, M.Pd.I selaku pengawas madrasah, serta Hj. Nur Zakiyah, S.Ag., M.Pd.I, Ketua KKMI Mojoagung.
Dr. Umi Salamah menyambut baik pelatihan ini. “Guru harus menjadi agen perubahan. Pembelajaran PJOK harus aktif, kreatif, dan berbasis kearifan lokal,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan mendorong para guru PJOK MI di Mojoagung menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus melestarikan budaya bangsa.















Saya sebagai peserta pelatihan menyatakan bahwa kegiatan pelatihan permainan tradisional ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman baru tentang model pembelajaran PJOK berbasis permainan, meningkatkan kemampuan saya dalam memodifikasi dan menerapkan permainan tradisional di kelas, serta menambah kepercayaan diri saya untuk mengintegrasikan permainan tersebut ke dalam RPP dan pembelajaran sehari-hari.