Fraksi Gerindra Sebut Media Lokal Penting dalam Debat Paslon Pilkada TTS

Ketua Fraksi Gerindra DPRD TTS Habel Hotty menyayangkan sikap KPU Kabupaten TTS yang mengabaikan media lokal khususnya media online dalam debat perdana Paslon Pilkada TTS.

Pengabaian yang berujung pemboikotan pemberitaan debat Paslon dinilai sangat merugikan para Paslon karena informasi debat tidak dilanjutkan media ke masyarakat lewat pemberitaan.

“Teman-teman KPU harusnya rangkul semua media, jangan beda-bedakan lagi mana cetak mana online. Apalagi sampai hanya mengundang dan menyediakan kursi untuk wartawan cetak saja, itu salah besar. Harusnya semua diperlakukan sama, diberikan ruang yang sama. Jangan wartawan cetak diberikan ruang di kursi tamu, lalu teman-teman wartawan online di bangku tribun atas, itu tidak baik. Ini masukan buat teman-teman KPU agar ke depan tidak ada lagi insiden seperti ini,” ungkap Habel kepada awak media, Rabu 30 Oktober 2024.

“Jujur saja, kita (Gerindra) sebagai salah satu partai pengusung Paslon nomor urut 5, Paket Bumy merasa dirugikan dengan tidak adanya pemberitaan terkait jalannya debat perdana Paslon Pilkada TTS. Pesan penting terkait program yang ditawarkan Paket Bumy dalam debat tidak tersampaikan ke masyarakat karena tidak ada media yang tulis. Ini jelas merugikan jagoan kami dan empat Paslon lainnya. Hal ini harus jadi catatan untuk penyelenggaraan debat berikutnya,” pinta Habel.

Paket nomor urut 2, Osela (Daniel Frans Oematan, SE, MM dan Dr. Uksam B. Selan) sampai menggelar jumpa pers pada Senin, 28 Oktober 2024 karena merasa apa yang disampaikan dalam debat kurang lengkap karena tidak ditulis media.

“Ini kita omong api-api di atas, debat panas-panas baru tidak ada media yang tulis ini kami rugi. Makanya hari ini kami buat jumpa pers biar teman-teman bisa menulis apa yang kita sampaikan dalam debat kemarin. Kita berharap ke depan teman-teman KPU bisa merangkul teman-teman media biar bisa meliput jalannya debat. Ini debat Paslon Pilkada TTS baru teman-teman tidak tulis kami yang rugi,” ungkap keduanya.

Calon Wakil Bupati TTS, Uksam Selan dalam debat berikutnya berharap agar ada ruang khusus yang disediakan KPU guna melakukan jumpa pers usai debat Paslon. Pasalnya, karena keterbatasan waktu ada hal yang kurang atau belum tersampaikan saat debat.

“Ruang jumpa pers bisa digunakan untuk menyampaikan hal-hal yang kurang atau belum sempat disampaikan saat debat. Kita berharap setelah debat ada ruang jumpa pers yang difasilitasi teman-teman KPU agar hal-hal yang kurang atau belum tersampaikan bisa disampaikan saat jumpa pers,” pinta mantan anggota DPRD TTS ini.

Diberitakan sebelumnya, para jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan (Forwan) TTS dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten TTS menyatakan sepakat untuk memboikot seluruh pemberitaan terkait debat perdana Paslon Pilkada TTS. Langkah ini diambil setelah insiden pada debat perdana Pilkada yang berlangsung di GOR Nekmese pada 25 Oktober 2024, di mana media lokal merasa diabaikan.

Penulis: PITER O. GELLAEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *