Forum Jupnas Gizi Luncurkan MBG TV, Jaringan Televisi Khusus Edukasi Makan Bergizi Gratis

JAKARTA — Langkah revolusioner dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan nasional resmi dimulai. Forum Jupnas Gizi Indonesia meluncurkan MBG TV, sebuah kanal televisi edukatif yang didedikasikan sebagai sarana sosialisasi masif untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta peningkatan literasi gizi masyarakat Indonesia.

Inovasi ini diperkenalkan langsung oleh Ketua Umum Forum Jupnas Gizi Indonesia, Rival Achmad Labbaika, dalam audiensi bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Letjen TNI (HOR) Lodewyk Pusung, di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).

Edukasi Gizi di Genggaman Masyarakat

Rival Achmad Labbaika menjelaskan bahwa MBG TV bukan sekadar saluran hiburan, melainkan instrumen kebijakan untuk memastikan informasi mengenai pola makan sehat dan pemenuhan gizi seimbang sampai ke ruang tamu keluarga Indonesia.

“MBG TV dirancang sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Kami fokus pada penyebaran informasi terkait kebijakan gizi, panduan makan sehat, dan pentingnya nutrisi bagi pertumbuhan anak guna mewujudkan Generasi Emas Indonesia,” ujar Rival.

Jangkauan Luas: Hadir di 13 Provinsi dan 98 Daerah

Tidak main-main, MBG TV langsung tancap gas dengan menjalin kemitraan strategis bersama 15 jaringan televisi terestrial. Saat ini, siarannya telah menjangkau 13 provinsi dan 98 kabupaten/kota di Indonesia, meliputi:

  • Pulau Jawa: Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

  • Sumatera: Lampung dan Sumatera Selatan.

  • Wilayah Lain: Sejumlah titik di Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku.

Bagi masyarakat yang berada di luar jangkauan siaran terestrial, tayangan MBG TV juga dapat diakses secara digital melalui live streaming di situs resmi JupnasGizi.com.

Apresiasi dari Badan Gizi Nasional

Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menekankan bahwa kesuksesan program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada sejauh mana publik memahami manfaat jangka panjang dari nutrisi yang diberikan.

“Keberhasilan program ini tidak hanya soal teknis lapangan, tapi juga pemahaman publik. MBG TV diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang menginspirasi pembangunan kesehatan dan ketahanan pangan secara berkelanjutan,” tutur Lodewyk.

Kehadiran MBG TV diharapkan mampu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi visual yang menarik, terstruktur, dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan warga negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *