DKVISERION UISI 2026: Inovasi Mahasiswa DKV Satukan Dunia Roblox dengan Wisata Heritage Gresik

GRESIK — Inovasi tanpa batas ditunjukkan oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). Melalui pameran tahunan DKVISERION 2026: “THINK TING”, mereka berhasil menggabungkan eksplorasi virtual Roblox dengan pesona bangunan bersejarah di Kampung Kemasan, Gresik.

Pameran yang berlangsung sejak 8 hingga 27 Januari 2026 di Sualoka Hub ini sukses menarik perhatian sebanyak 428 pengunjung dari berbagai daerah.

Eksplorasi Kampus UISI Lewat Peta Virtual Roblox

Salah satu daya tarik utama dalam pameran ini adalah inovasi digital berupa Roblox Map. Melalui platform game global ini, mahasiswa DKV UISI membangun peta virtual kampus mereka. Masyarakat dapat menjelajahi arsitektur unik kampus UISI—yang memanfaatkan bekas pabrik semen—secara daring dari mana saja.

Langkah ini dinilai sebagai cara komunikasi visual paling modern untuk memperkenalkan identitas kampus sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan bangunan industrial menjadi ruang kreatif.

Edukasi Budaya Melalui Walking Tour Heritage

Tak hanya terpaku pada layar digital, DKVISERION 2026 juga mengajak pengunjung menyentuh langsung sejarah nyata Gresik melalui Walking Tour Heritage. Sebanyak 39 peserta diajak menyusuri kawasan Kemuteran untuk mendalami nilai sejarah bangunan ikonik yang menjadi identitas Gresik.

“Saya orang asli Gresik, tapi sebelumnya tidak terlalu paham budaya sendiri. Setelah ikut pameran ini, ternyata sejarah Gresik sangat kaya dan seru saat dijelaskan langsung di lokasi,” ujar salah satu pengunjung dengan antusias.

Desain Sebagai Alat Mencintai Sejarah

Ketua Pelaksana DKVISERION 2026, M. Irvan Ardiansyah, menegaskan bahwa desain bukan sekadar estetika, melainkan alat untuk menumbuhkan kembali rasa cinta masyarakat terhadap sejarah lokal.

“Dengan total 428 pengunjung, kami melihat harapan besar bagi perkembangan industri kreatif di Gresik. Desain bisa menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan gaya hidup modern,” tandas Irvan.

Kesuksesan acara ini juga berkat kolaborasi lintas sektor antara akademisi dan komunitas lokal seperti Bank Gresik, SualokaHub, Diloteng Galeri, dan Yayasan Gang Sebelah, yang bersama-sama memperkuat ekosistem kreatif di Kabupaten Gresik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *