Disbunak Kabupaten Muaro Jambi Dukung Program SNV

Jambi, 28 Oktober 2024 – Kegiatan ini diprakarsai oleh SNV (Sticthing Nederlandse Vrijwilligers) sebuah lembaga internasional non profit yang berkomitmen untuk membangun sistem pertanian, pangan yang tangguh, ketersediaan air, sanitasi dan untuk meningkatkan ke akses energi yang terjangkau serta berkelanjutan.

Bersama dengan Pemerintahan Kabupaten Muaro Jambi yang diwakili oleh Kadisbunak Kabupaten Muaro Jambi, Dr. Ahmad Ridwan,MH. pelatihan ini dihadiri oleh beberapa perwakilan KUD, koperasi dan perwakilan pemerintah desa di wilayah Kabupaten Muaro Jambi terkhusus Sungai Bahar Group dan Sungai Gelam.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan integritas pengurus koperasi terhadap pengembangan usaha bisnis kompos yang akan dikelola oleh koperasi binaan dari SNV.

Dalam sambutannya Ahmad Ridwan sangat mengapresiasi dan mendukung program-program yang dijalankan oleh SNV terutama dalam program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, petani dan lembaga-lembaga yang ada di desa.

Ahmad Ridwan juga berharap kegiatan ini dapat membawa banyak manfaat kepada petani sehingga ilmu yang diperoleh di acara pelatihan ini dapat diterapkan dan dikembangkan di desa dengan harapan ke depannya dapat meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Selain itu dia juga berjanji akan mensupport kegiatan-kegiatan positif ini sehingga beberapa kendala yang dialami oleh lembaga koperasi di bidang pengembangan composting unit terutama mengenai ketersedian bahan baku dan MOU dengan perusahaan-perusahaan di sekitar Muaro Jambi.

Kegiatan dimulai pada tanggal 28 Oktober dan akan selesai pada 30 Oktober. Denny Defriansyah sebagai advisor bidang bisnis di SNV beserta tim dari SNV hadir sebagai pemateri menekankan kepada peserta pentingnya pelatihan manajemen composting unit untuk mengetahui peluang yang bisa dikembangkan oleh koperasi.

Pelatihan model bisnis ini menggambarkan bisnis yang akan dijalankan dengan mendefinisikan target pelanggan, nilai tambah dari suatu produk yang dijual, bagaimana menjaga hubungan dengan pelanggan sampai dengan menghitung struktur biaya, proyeksi pendapatan dan dampak lingkungan, sosial dan ekonomi dari suatu usaha yang akan dijalankan.

Hasil model bisnis canvas ini adaptif maksudnya dapat disesuaikan dengan perkembangan dunia usaha. Model bisnis ini harapannya dapat membantu koperasi dalam merencanakan sampai dengan menjalankan unit usaha mereka sehingga diharapkan dapat mensejahterakan anggota mereka.

Tidak hanya pelatihan bisnis kompos, tetapi juga ada sesi diskusi dan kuis untuk menggali potensi dari masing-masing koperasi dan merefresh pengetahuan pengurus koperasi tentang bisnis manajemen.

Dengan semangat yang membara dan antusiasme yang tinggi, kegiatan pelatihan manajemen bisnis kompos oleh SNV terselenggara dengan lancar. Dari salah satu peserta pelatihan Wareh Sukmajati, S.Pd mengatakan bahwa dirinya sangat beruntung bisa dilibatkan dalam pelatihan model bisnis canvas ini karena baru pertama kalinya ia ikuti dan ini sangat diperlukan untuk setiap memulai bisnis di koperasi.

Hal senada juga disampaikan oleh M. Aman Kades dari Desa Parit Sungai Gelam yang menyatakan kesiapannya untuk menssuport dan mediasi dengan PT yang berlokasi di desanya, untuk dapat membantu menyediakan limbah kelapa sawit sebagai bahan baku utama unit composting ke depannya.

Aman juga menyampaikan, “Dalam berbisnis kami sekarang paham ibarat kita mau membuat rumah saja harus ada desain bangunan apalagi bisnis, kita harus paham tujuan dan pasar yang dituju,” jelasnya.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala untuk menambah dan memperkuat lembaga koperasi yang ada di Muaro Jambi, serta meningkatkan daya saing koperasi di era digital,” ungkap Sugiyono salah satu peserta pelatihan perwakilan dari salah satu koperasi di Bahar Selatan.

Penulis: RUDI ZARIANSYAH, S.Pi.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *