Bupati Klaten Anggarkan Rp160 Miliar untuk Perbaikan Jalan, Soroti Truk Tambang yang Melebihi Tonase

KLATEN — Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menggenjot perbaikan infrastruktur jalan di seluruh wilayah Kabupaten Klaten. Meskipun diakui masih terdapat sejumlah titik kerusakan, Pemkab Klaten terus melakukan progres nyata dengan alokasi anggaran yang signifikan setiap tahunnya.

Hamenang mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah mengalokasikan dana sekitar Rp150 miliar hingga Rp160 miliar per tahun khusus untuk pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan.

Progres Capai 80 Persen Jalan Kondisi Baik

Anggaran fantastis tersebut dibagi ke dalam tiga skema pengerjaan utama, yakni betonisasi jalan, pengaspalan ulang, hingga tambal sulam untuk kerusakan ringan. Berdasarkan data terkini, Hamenang mengklaim bahwa 80 persen ruas jalan di Klaten saat ini sudah dalam kondisi bagus.

“Ini semua sudah berjalan. Tentu belum bisa menyelesaikan semua persoalan di Klaten dalam sekejap, tapi kami terus berprogres secara konsisten,” ujarnya saat memberikan keterangan, Sabtu (21/3/2026).

Truk Galian C Jadi Penyebab Kerusakan Dini

Namun, Bupati menyayangkan adanya faktor eksternal yang mempercepat kerusakan jalan. Ia menyoroti aktivitas truk pengangkut pasir dari tambang galian C yang sering kali menyalahi aturan, seperti melintasi jalur yang bukan peruntukannya serta membawa muatan dengan tonase berlebihan.

“Ini harus ada kesadaran bersama. Jalan di Klaten ini milik masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan tambang. Jika muatan berlebih terus dibiarkan, kualitas jalan akan cepat merosot,” tegas Hamenang.

Kendala Personel dalam Penindakan

Pemkab Klaten melalui dinas terkait sebenarnya telah melakukan berbagai upaya penindakan terhadap truk-truk nakal tersebut. Namun, Hamenang mengakui hasilnya belum optimal karena keterbatasan personel lapangan untuk melakukan pengawasan selama 24 jam.

Bupati Klaten pun mengetuk hati para pengelola tambang dan pemilik armada agar lebih disiplin dalam operasional mereka.

“Harapan kami ada kesadaran dari pengelola tambang dan armada untuk ikut menjaga aset jalan kita. Kerja sama antara masyarakat, pengusaha, dan pemerintah adalah kunci agar kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan tetap terjaga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *