Bocah Pencari Botol di Cakung Viral: Ayah di Penjara, Ibu Menikah Lagi, Kini Hidup Bersama Nenek

JAKARTA — Sebuah video pendek yang merekam realitas pahit kehidupan seorang bocah pencari botol bekas di Jakarta mendadak viral dan mengiris hati warganet. Di usianya yang masih sangat muda, bocah tersebut harus menyusuri jalanan demi mengumpulkan plastik bekas untuk menyambung hidup.

Kisah pilu ini pertama kali diunggah oleh kreator TikTok Sukoco Hadi. Dalam video tersebut, tampak sebuah percakapan polos namun sangat mendalam antara sang perekam dengan bocah kecil yang tengah memegang karung botol bekas.

Jawaban Polos yang Menyayat Hati

Ketika ditanya mengenai keberadaan orang tuanya, bocah tersebut memberikan jawaban yang mengejutkan sekaligus memprihatinkan. Dengan raut wajah tanpa beban, ia menceritakan kondisi keluarganya yang tidak utuh.

“Bapakmu ke mana?” tanya perekam video. “Di penjara bapakku,” jawab bocah itu singkat.

Tak hanya itu, ketika ditanya alasan dirinya harus mencari botol bekas di jalanan, ia mengaku bahwa ibunya telah menikah lagi dan kini ia hanya tinggal bersama sang nenek. “Mama nikah lagi. (Sekarang) sama nenek, tinggal sama nenek,” tuturnya.

Belum Bersekolah dan Mengais Rezeki di Cakung

Dalam narasi video terungkap bahwa bocah ini belum mengenyam pendidikan formal. Ia mengaku mengumpulkan botol-botol plastik tersebut untuk ditumpuk terlebih dahulu hingga jumlahnya cukup banyak sebelum akhirnya dijual.

Pemilik akun Sukoco Hadi menjelaskan bahwa ia bertemu bocah tersebut di wilayah Cakung, Jakarta Timur. Saat itu, ia sedang menunggu muatan logistik ketika melihat sang bocah sedang asyik memungut barang bekas di sekitar lokasi.

Warganet Galang Simpati dan Bantuan

Video tersebut langsung dibanjiri ribuan komentar dari netizen yang merasa terenyuh. Banyak pengguna media sosial yang mendesak agar dinas terkait atau lembaga sosial segera turun tangan untuk menyelamatkan masa depan pendidikan bocah tersebut.

“Ya Allah, di saat anak seusianya belajar di kelas, dia harus berjuang di jalanan. Tolong infokan lokasi pastinya, kami ingin berbagi,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Hingga kini, video tersebut terus dibagikan ulang oleh berbagai akun citizen journalism di Instagram dan X (Twitter). Kisah ini menjadi pengingat keras bagi publik bahwa di balik megahnya gedung pencakar langit Jakarta, masih ada anak-anak yang terpaksa kehilangan masa kecilnya demi sesuap nasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *