Berasal dari Desa ke Vatikan, Kisah Inspiratif Putra NTT yang Dampingi Paus Fransiskus

Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia bukan hanya momen bersejarah bagi umat Katolik, tetapi juga menjadi sorotan bagi seorang putra Flores, Dr. RP. Markus Solo Kewuta, SVD.,Lic., yang akrab disapa Padre Marco. Kisahnya, perjalanan dari desa di Flores Timur menuju Vatikan, adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa terwujud dari tanah air tercinta.

Lahir di Lewouran pada 4 Agustus 1968, Padre Marco bukan hanya seorang pastor biasa. Ia adalah putra NTT pertama yang bergabung dengan Kuria Tahta Suci Vatikan, sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan semangat juang dan dedikasi tinggi.

Sejak 2015 ia dipercaya untuk menangani Desk Islam di Asia dan Pasifik, menunjukkan komitmennya yang kuat dalam mempromosikan dialog antar agama. Tak hanya itu, Padre Marco juga menjabat sebagai Wakil Presiden Yayasan Nostra Aetate, organisasi yang berfokus pada pendidikan perdamaian dan pembentukan duta-duta perdamaian dari berbagai agama non-Kristiani.

Kehadiran Padre Marco dalam kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia menjadi bukti nyata komitmen Vatikan dalam mempromosikan dialog antar agama dan perdamaian dunia. Kisah perjalanan Padre Marco, dari Flores hingga ke Vatikan, menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi kaum muda yang ingin berkontribusi dalam membangun perdamaian dan toleransi antar umat beragama.

Kunjungan Paus Fransiskus diharapkan dapat memperkuat hubungan antar agama dan mendorong terciptanya masyarakat Indonesia yang lebih damai dan toleran. Kehadiran Padre Marco, seorang putra Flores yang berpengalaman dalam dialog antar agama menjadi simbol penting dalam upaya membangun perdamaian dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Kisahnya mengingatkan kita bahwa perdamaian dapat dimulai dari mana saja, bahkan dari sebuah pulau kecil di Flores, dan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan.

Penulis: KLAUDIUS A. SANBEIN, S.Pd.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *