AKIBAT CURAH HUJAN TINGGI, PETANI DI NGRANDULOR JOMBANG TANAM PADI HINGGA 2 KALI

Hujan yang mengguyur Jombang beberapa hari ini mengakibatkan banjir. Hal ini berimbas pada area sawah di Dusun Gempol Dampet Desa Ngrandulor Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang karena ketika musim hujan tiba, sawah disini selalu banjir. Para petani yang menggarap sawah hampir selalu tanam padi hingga 2 kali bahkan 3 kali dikarenakan padi yang baru ditanam tenggelam oleh genangan air di sawah ini.

Besarnya curah hujan dan rendahnya kontur tanah di persawahan ini menyebabkan banjir tidak dapat dihindari. Di setiap ada hujan selalu banjir karena sawah ini menjadi tujuan akhir pembuangan air dari beberapa sungai yang ada di wilayah Peterongan hingga sungai yang ada di wilayah kecamatan sebelah.

Pada 18 Januari 2025, salah seorang petani yang bernama Abdul Ghofur mengaku bahwa dia sudah menanam padi 2 kali. Saat tanam pertama gagal dikarenakan banyak yang mati karena diterjang banjir, kemudian yang kedua tanam lagi dengan bibit padi yang lebih tinggi, supaya tanaman padi tetap hidup dan tidak tenggelam di saat ada kiriman air hujan.

Sebenarnya permasalahan petani disini tidak hanya sawah yang gampang banjir, tapi juga banyaknya hama tikus dan kol. Kedua hewan ini sangat merugikan para petani dan sering merusak tanaman padi. Selama ini sudah dilakukan upaya memberantas hama tersebut dengan cara mengambil satu persatu kol yang ada di sawah yang kemudian dibuang lalu dikubur dalam tanah.

Sedang untuk pemberantasan hama tikus petani memakai cara tradisional yaitu dengan racun tikus, ada juga yang memakai jasa tembak di tempat. Biasanya cara ini digunakan oleh beberapa pemilik sawah yang patungan untuk membayar ongkos jasa tukang tembak.

Penulis: HASAN CHOIRUDDIN AEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *