Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang terkandung di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara telah memberikan dampak yang positif kepada masyarakat lingkar tambang, tetapi di sisi lain memberikan dampak buruk terhadap masyarakat yang merusak lingkungan sekitarnya.
Selain itu, daerah lingkar tambang yang ada di wilayah pesisir Kecamatan Laonti ini juga sering terkena banjir, yang mengakibatkan kesulitan bagi para nelayan dalam menangkap ikan dan mencari nafkah. Karena adanya kerusakan lingkungan laut yang disebabkan oleh aktivitas perusahaan pertambangan nikel PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS) di Kecamatan Laonti dan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.
Deforestasi yang masif dan perusakan habitat alami untuk memberikan ruang bagi kegiatan aktivitas perusahaan pertambangan nikel PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS)
telah mengurangi kemampuan hutan untuk menyerap air dan mengatur aliran sungai. Hal ini meningkatkan risiko banjir yang sering melanda daerah lingkar tambang yang ada di wilayah pesisir Kecamatan Laonti tersebut.
Saat musim hujan, air hujan yang jatuh tidak dapat terserap oleh hutan yang telah dirusak. Dampaknya, air meluncur dengan cepat ke sungai-sungai dan menimbulkan banjir yang merendam wilayah sekitarnya.
Banjir ini tidak hanya mengancam keselamatan pemukiman penduduk, tetapi juga merugikan sektor perikanan.
La Ode Habirun (Bung Alif Kampus) aktivis Sulawesi Tenggara mengungkapkan setiap tahun daerah lingkar tambang yang ada di wilayah pesisir Kecamatan Laonti sering mengalami banjir bahkan sudah menjadi langganan banjir. Sisi lain mesti dihadapi masyarakat sekitar lingkar tambang adalah debu dan udara kotor ketika musim kemarau karena aktivitas perusahaan pertambangan nikel PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS).
Masyarakat terkhusus para nelayan lingkar tambang yang ada di wilayah pesisir Kecamatan Laonti menghadapi kesulitan dalam menangkap ikan akibat kerusakan lingkungan laut yang disebabkan oleh aktivitas perusahaan pertambangan nikel PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS).
Ekosistem yang rusak akibat limbah aktivitas perusahaan pertambangan nikel PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS) mengganggu habitat ikan, sehingga mengurangi populasi ikan yang dapat ditangkap oleh para nelayan yang ada di wilayah pesisir Kecamatan Laonti.
Para nelayan yang ada di wilayah pesisir Kecamatan Laonti harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan mencari sumber penghasilan alternatif di tengah kondisi yang sulit.
La Ode Habirun biasa disapa Bung Alif menyampaikan, “Masyarakat lingkar tambang di wilayah pesisir Kecamatan Laonti khususnya nelayan kecil atau nelayan tradisional mereka menangkap ikan hanya sekitar wilayah lingkar tambang, tapi dengan adanya akibat dari dampak aktivitas perusahaan pertambangan nikel PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS) nelayan yang ada di wilayah pesisir Kecamatan Laonti sekarang mencari ikan harus keluar jauh dari wilayah sebelumnya,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (07/07/2024).
Bung Alif menambahkan juga meminta dan mendesak pemerintah dan pemangku kepentingan, khususnya Bapak Presiden Joko Widodo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bapak Arifin Tasrif, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (KBKPM) Bahlil Lahadalia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Siti Nurbaya Bakar, Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara, terkait problem yang dihadapi para nelayan yang ada di wilayah pesisir Kecamatan Laonti harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi dampak buruk ini.
Perlindungan dan rehabilitasi lingkungan harus menjadi prioritas utama. Pengelolaan limbah dan sungai yang baik, reboisasi dan konservasi harus dilakukan untuk mengurangi risiko banjir dan memulihkan ekosistem yang rusak di sekitar lingkar tambang yang ada di wilayah pesisir Kecamatan Laonti.
Selain itu, pemerintah perlu memberikan dukungan kepada para nelayan dengan cara memberikan alternatif penghasilan, pelatihan, dan akses ke sumber daya yang berkelanjutan. Investasi dalam sektor perikanan dan diversifikasi ekonomi lokal juga dapat membantu masyarakat menghadapi tantangan yang dihadapi.
Kerusakan lingkungan laut di lingkar tambang yang ada di wilayah pesisir Kecamatan Laonti akibat aktivitas perusahaan pertambangan nikel PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS) harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak terkait. Hanya dengan tindakan yang tepat dan komitmen bersama, kita dapat mengatasi masalah ini, melindungi lingkungan, dan memastikan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan lingkar tambang yang ada di wilayah pesisir Kecamatan Laonti yang masih bergantung pada sumber daya alam yang terdapat di daerah mereka.













