Suasana tak biasa nampak terlihat di lingkungan pondok pesantren Darul Ulum yang biasanya ramai pedagang kaki lima berjajar dan berderet-deret kini tidak kelihatan sama sekali, pasalnya pondok pesantren yang terdiri dari 44 asrama dan tempat belajar lebih dari 13ribu santri tersebut telah memasuki masa liburan pondok dan juga liburan sekolah.
Pantauan tim salamolahraga.com pada tanggal 29 Juni 2024 menyatakan bahwa nyaris tak ada aktifitas santri dan pedagang di lingkungan ini, sesekali terlihat satu atau dua santri yang masih ada di beberapa asrama yang tersisa. Santri tersebut merupakan mahasiswa yang kuliah di universitas pesantren tinggi Darul Ulum yang sedang menjalani UAS (Ujian Akhir Semester).
Masa liburan yang berlangsung sampai tanggal 8 Juli nanti, sontak membuat beberapa toko dan kios di sekitar lingkungan pondok juga ikut tutup, karena penghasilan mereka bergantung dengan transaksi jual beli para santri di pondok ini.
Keberadaan pondok pesantren yang didirikan oleh KH Tamim Irsyad pada tahun 1885 ini tidak hanya sebagai sarana mencerdaskan anak bangsa, tetapi juga sangat menguntungkan warga sekitar dengan berdagang dan membuat perekonomian warga juga ikut terbantu.
Para santri tidak hanya dari luar kota, tapi juga luar propinsi bahkan banyak yang datang dari luar Jawa, sehingga kebutuhan para santri dimanfaatkan warga sebagai peluang yang sangat potensial dalam menghidupkan perekonomian.














