JOMBANG | Perencanaan pembangunan jembatan yang dicanangkan sejak 2023 dengan anggaran Dana Desa 2024 berdampak pada aktifitas warga Desa Mojowangi Kecamatan Mojowarno. Perlu dipertanyakan, ada apa dengan berhentinya proyek pembangunan jembatan di Mojowangi.
Pembangunan jembatan Mojowangi beberapa waktu yang lalu sudah menjadi pemberitaan yang hangat di beberapa media, hal ini sehubungan dengan berhentinya proses pembangunan padahal dana yang digunakan tidak sedikit yaitu 160 juta dan berasal dari anggaran dana desa.
Menurut salah seorang perangkat desa yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini didanai oleh dana desa yang dananya sudah diserah terimakan pemerintah ke desa, namun sudah beberapa bulan ini pembangunannya terhenti, mengenai berhentinya pembangunan perangkat tersebut tidak mengetahui penyebabnya.
Menurut keterangan warga, “Beberapa waktu yang lalu tepatnya akhir bulan April 2024 setelah adanya pemberitaan di media sempat pembangunan dilanjutkan, namun tidak sampai selesai bahkan terlihat masih mangkrak. Jembatan ini merupakan akses yang sangat penting bagi warga terutama bagi anak-anak yang bersekolah dan warga yang ingin pergi ke pasar, dengan tidak terselesaikannya pembangunan jembatan ini maka anak-anak kami yang bersekolah dan warga sekitar akan menempuh perjalanan yang lebih jauh karena harus berjalan memutar,” jelasnya.
Berdasarkan penelusuran tim investigasi salamolahraga.com pada hari Sabtu, 15/06 15.24 WIB benar adanya proyek jembatan di Desa Mojowangi tidak tampak pengerjaannya dilakukan, yang terlihat hanya banner bertuliskan pengerjaan proyek selama 45 hari serta bahan material pembangunan. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa pengerjaan proyek tidak dilanjutkan.
Sementara itu Kepala Desa Mojowangi masih belum bisa dikonfirmasi mengenai permasalahan ini. Dugaan opini dari masyarakat mengena pada Kepala Desa terhadap penyelewengan anggaran dana desa tersebut, dan tidak menutup kemungkinan ada anggaran lain yang tidak transparan.















