Perahu Nelayan Asal Kendari Tenggelam Saat Memancing di Perairan Bahadopi, Dua Selamat dan Tiga Orang Masih Hilang

Kendari – Perahu nelayan asal Kendari tenggelam di perairan Bahadopi, sekitar 1 mil dari bibir pantai Desa Tabo, Kecamatan Bahadopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada hari Rabu, (15/05/2024), sekitar pukul 12.00 Wita.

Sekitar pukul 10.00 Wita lima orang warga berangkat mencari ikan menggunakan perahu sampan. Kemudian jarak sekitar 1 mil dari bibir pantai perahu terhempas gelombang yang mengakibatkan perahu terbalik (tenggelam) dan kelima korban terjatuh dan berusaha berenang secara terpencar.

Satu orang korban berhasil ditemukan dengan selamat oleh warga yang melintas (ojek laut) An. Wahyu (28), alamat Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kabupaten Kendari. Dan menginformasikan bahwa masih ada empat orang rekannya yang belum ditemukan.

SAR gabungan mengunakan perahu karet Pos SAR Morowali, dan perahu nelayan. Dan pelaksanaan SAR gabungan antara lain dari POSMAL TNI-AL Morowali, POLAIR Morowali, nelayan setempat, dan keluarga korban.

SAR gabungan menerima informasi dari warga, terkait perahu sampan tenggelam karena terhempas ombak yang membawa pemancing dan belum diketemukan. Kemudian mereka menindaklanjuti informasi tersebut membuat lapda laka laut untuk dilaporkan ke komando atas perihal akan diadakan SAR terbatas.

SAR gabungan melaksanakan pencarian korban lain, sekitar 10 menit korban ditemukan satu orang dalam kondisi selamat (lemas), An. Iksan (23), alamat Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kabupaten Kendari di sekitar TKP.

Pukul 12.45 Wita tiga Pers Posal Morowali, dua Pers Pos Polair, satu korban dan 1 orang saksi (ojek laut), melaksanakan pencarian terbatas, tiga korban lain belum berhasil ditemukan An. Arman (39), alamat Kolaka Timur. An. Yahya Kurniawan Nurdin ( – ), alamat Kota Kendari. An. Hamka ( – ), alamat Kota Kendari.

Pukul 13.00 Wita personil SAR gabungan kembali ke Posal Morowali dikarenakan cuaca hujan dan gelombang tinggi serta menunggu tim SAR dari Bungku (Morowali) untuk operasi SAR selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *