Aura Positif, Plt Bupati Klaten Apresiasi Guru RA di Milad IGRA ke-24

KLATEN – Suasana penuh kehangatan mewarnai Gebyar Milad Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) ke-24 dan Peringatan Hari Santri 2026 yang digelar Pimpinan Daerah (PD) IGRA Kabupaten Klaten, Rabu (4/11/2026). Acara yang dihadiri guru RA se-Kabupaten Klaten ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Klaten.

Plt Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, yang akrab disapa Linda Benny, hadir langsung dan disambut antusias para guru. Dalam wawancara usai acara, Linda Benny mengaku merasakan aura luar biasa dari para guru RA.

“Masya Allah, luar biasa. Saya sudah menyerap aura luar biasa mendatangi Milad IGRA yang ke-24 di Kabupaten Klaten ini,” ujar Linda Benny.

Ia pun mendoakan agar seluruh guru RA diberikan kesehatan dan semakin solid dalam mendidik anak.

“Saya turut berdoa semoga ibu-ibu semua diberikan kesehatan, makin solid, makin semangat lagi untuk ikut serta mendidik anak-anak kita menjadi generasi-generasi yang unggul,” katanya.

“Semoga organisasi ini juga semakin maju dan nanti ke depan bisa terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten,” imbuhnya.

Saat ditanya soal aura kegiatan, Plt Bupati dengan tersenyum menjawab, “Positif, kekuatannya bisa saya serap, keikhlasannya, untuk selalu saya langkah ke depan Kabupaten Klaten yang lebih baik lagi.”

Workshop Inklusif Jadi Fokus

Ketua IGRA Kabupaten Klaten, Sri Suryati, S.Ag., M.Pd., menjelaskan milad tahun ini mengusung tema “Menguatkan Tekad, Menyatukan Gerak, Melahirkan Karya dan Prestasi Menuju IGRA Bermartabat dan Bermanfaat”. Ia menyebut ada tiga agenda utama, yaitu Workshop Pembelajaran Inklusif, Lomba Guru Berkisah Siroh Nabi, dan Apresiasi Guru Wiyata Bakti.

Workshop inklusif menjadi fokus utama, mengingat banyak guru RA yang belum memiliki bekal ilmu untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus. Padahal, sekolah tidak boleh menolak siswa inklusi.

“Menjadi evaluasi kita bahwa guru-guru kita yang RA-BA Aisyiyah itu secara ilmu belum mumpuni. Karena sekolahnya sekolah biasa, sementara pemerintah tidak memperbolehkan menolak. Jadi ketika ada anak-anak yang inklusi, sekolah kita tetap menerima. Makanya IGRA bergerak memberikan bekal bagaimana memberikan pembelajaran pada anak-anak kita yang inklusi,” jelas Suryati.

Apresiasi untuk Guru Wiyata Bakti

Sebagai bentuk empati, PD IGRA juga memberikan apresiasi Rp500.000 kepada guru-guru yang belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG). Sri Suryati menyebut jumlah anggota IGRA di Kabupaten Klaten saat ini tercatat hampir 1.500 anggota yang tersebar di seluruh kecamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *