Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan Propam, Diduga Terkait Isu Penyadapan Petinggi Negara

BANDUNG – Jagad maya dan internal Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dihebohkan dengan kabar penangkapan serta pemeriksaan sejumlah perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.

Operasi senyap yang dikabarkan berlangsung pada Selasa dini hari antara pukul 01.00 hingga 03.00 WIB ini menyeret sejumlah nama besar di Korps Bhayangkara ke Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah perwira yang diamankan bervariasi. Sumber internal menyebutkan bahwa penindakan ini melibatkan satu perwira tinggi bintang empat berinisial L yang kini menduduki jabatan sipil di lingkungan Istana. Selain itu, ada satu pati bintang tiga berinisial A, lima pati bintang dua berinisial Irjen A, N, S, E, D, serta seorang perwira menengah berpangkat Kombes berinisial F.

Berawal dari Penggerebekan di Widya Chandra

Sumber lain turut membeberkan bahwa operasi ini bermula dari penggerebekan sebuah rumah di kawasan Kompleks Widya Chandra, Jakarta. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan Irjen berinisial AS yang disebut-sebut sebagai koordinator, bersama Irjen EH, Irjen NS, Kombes FR, empat anggota berpangkat rendah, serta seorang advokat berinisial MR.

Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Petinggi Negara

Kabar yang paling menyita perhatian publik adalah adanya dugaan keterkaitan penindakan ini dengan kebocoran rahasia negara serta aksi penyadapan terkoordinir terhadap sejumlah petinggi negara.

“Dugaan penyadapan, yang disadap salah satunya Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy,” ujar salah satu sumber kepada awak media.

Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, informasi tersebut masih sebatas kabar yang beredar dan belum terverifikasi secara resmi.

Isu semakin liar setelah beredar kabar lanjutan pada Selasa siang bahwa para perwira yang diamankan telah ditetapkan sebagai tersangka. Jenderal bintang empat berinisial L disebut-sebut juga telah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum ditahan dan dilepaskan dari Mako Brimob. Namun, lagi-lagi, klaim ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Mabes Polri.

Mabes Polri: “Nanti Kami Cek”

Terkait polemik ini, Mabes Polri akhirnya buka suara meski belum secara tegas membenarkan maupun membantah. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, saat ditemui di Gedung Bareskrim pada Selasa siang, memberikan jawaban normatif kepada para jurnalis.

“Nanti kami cek proses evaluasinya ya, seperti itu,” kata Isir singkat.

Ia juga sempat melontarkan pernyataan bernada santai namun penuh arti, “Saya paham rekan-rekan lagi kasak-kusuk membicarakan sesuatu. Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi.”

Meski demikian, Isir belum merinci identitas maupun jumlah pasti perwira yang diamankan, serta substansi perkara yang menjadi pemicu utama operasi senyap ini.

Peristiwa ini sendiri terjadi tepat sebulan setelah transisi kepemimpinan Polri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada pimpinan baru. Publik kini menunggu transparansi dan langkah tegas dari institusi penegak hukum menyikapi isu panas di internal kepolisian ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *